Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Pertandingan, dan Istilah

Anggar merupakan salah satu olahraga resmi yang belum begitu populer di Indonesia. Untuk memainkannya membutuhkan keterampilan dan pengalaman khusus.

Namun, olahraga pencak silat yang menggunakan senjata ini secara rutin diikutsertakan dalam olimpiade. Olahraga anggar ini masih lebih populer di Eropa.

Kelincahan, kelincahan, dan kesiapan tangan para pemain sangat penting untuk dapat memenangkan pertandingan. Hal ini juga sesuai dengan asal kata Prancis anggar, yaitu ‘engarde’ yang artinya bersiap-siap.

Baca juga: Musik Bagamt, Jejak Akulturasi Budaya Portugis di Minangkabau

Itu telah dilakukan sejak zaman kuno, sebagai senjata bela diri

(foto: tokyo2020)

Menurut catatan sejarah, sejak zaman dahulu pagar digunakan untuk menyerang.

Di makam Seragon, raja pertama kerajaan kuno di sekitar Sungai Efrat di Mesopotamia, pedang anggar pertama di dunia ditemukan.

Selanjutnya, relief yang ditemukan di kuil Luxor di Mesir, berupa pertandingan anggar sekitar abad 119 SM.

Awalnya dalam kompetisi anggar pakaian perang yang berat digunakan. Sampai abad ke-17, pada masa Louis XIV, pakaiannya menjadi lebih praktis dan pedang juga menjadi lebih ringan untuk digunakan.

Pada abad ke-14, Jerman adalah negara pertama yang menjadikan olahraga anggar.

Hal ini ditandai dengan berdirinya paguyuban di Frankfrut. Pada abad ke-15, munculnya sekolah dan masyarakat anggar di Eropa.

Itu kemudian diformalkan sebagai permainan anggar Ranier di abad ke-16. Seiring dengan perkembangannya yang pesat, dibuatlah aturan-aturan dasar dari olahraga ini.

Dia adalah Hendry saint-didier, warga negara Prancis sekitar tahun 1570.

Selanjutnya pada tahun 1680, Count Koeningsmarken mengembangkan berbagai bentuk senjata anggar. Olahraga ini pertama kali mengikuti olimpiade pada Olympic Games di Athena (1896).

Di Indonesia, olahraga ini diperkenalkan oleh jajaran militer kerajaan Belanda. Hingga berdirinya organisasi IPADI (Ikatan Pendekar Anggar Seluruh Indonesia) yang kemudian berubah menjadi IKASI (Ikatan Ahli Anggar Seluruh Indonesia).

Pada tahun 1985, diputuskan bahwa kejuaraan anggar nasional akan diadakan setiap tahun.

Ukuran lapangan dan peralatan yang digunakan

Anggar: Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Permainan dan Ketentuan Penting

(foto: mandi tim)

Lapangan permainan disebut loper atau landasan pacu. Ukurannya adalah sebagai berikut;

  • Panjang: 14m
  • Lebar: 1,2 hingga 2 m

Peralatan yang digunakan adalah :

  • Pedang (Senjata) ada 3 jenis yaitu
  • Bunga (menggagalkan/Pedang berbentuk ramping)
  • Degen (epee/pedang segitiga)
  • Sabel (pedangPedang segitiga dengan ujung tidak tajam)
  • Baju dan celananya berwarna putih dan tebal.
  • Kaus kaki putih dan panjang lutut
  • Sarung tangan (sarung tangan) untuk melindungi tangan
  • Sepatu berbahan kuat dan ringan untuk digunakan
  • Rompi tubuh (Pelindung dada) terbuat dari bahan keras
  • BH logam pelindung khusus untuk wanita
  • Perlindungan alat kelamin (cangkir selangkangan) untuk pria
  • Jaket metalik yang terbuat dari benang berserat tembaga
  • Alat perekam atau perekam skor permainan.
  • Kawat atau kabel yang menghubungkan lengan, metalikdan masker untuk rekaman bergulir.
  • Kawat tubuh: sirkuit untuk mendeteksi tusukan.
  • Masker kawat: kabel yang menghubungkan topeng dengan jaket metalik.

Baca juga: Kempo: Musik Bagamat, Jejak Akulturasi Budaya Portugis di Minangkabau

Aturan dalam permainan yang harus dipatuhi pemain

Anggar: Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Permainan dan Ketentuan Penting

(foto: sangat cocok)

Beberapa aturan dalam pertandingan dibedakan menurut jenis senjatanya sebagai berikut:

1. Nomor bunga kecil (menggagalkan)

  • Atlet hanya bisa bergerak maju dan mundur.
  • Tusukan diarahkan hanya ke batang tubuh. Batang tubuh adalah dada, perut bagian bawah, dan bahu depan.
  • Nilai diperoleh saat pemain menusuk batang tubuh saat lawan tidak menangkis atau menusuk kembali.
  • Pemain dinyatakan menang ketika mendapatkan 5 poin dalam 6 menit permainan.

2. Warna hitam (pedang)

  • Tusukan diarahkan ke batang tubuh, kepala, dan lengan lawan
  • Pemain tidak mendapatkan skor saat tusukan mengenai perut bagian bawah
  • Penilaiannya sama dengan jenis pagar bunga kecil (menggagalkan)

Degen (epee)

  • Tusukan diarahkan ke seluruh tubuh termasuk tangan
  • Peringkatnya hampir sama dengan pagar jenis floret.

Istilah-istilah penting dalam pertandingan anggar

    Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Game, dan Ketentuan Penting

(foto: tentangnya)

Istilah penting dalam pertandingan adalah:

  • Aksi pada bilah: menyerang senjata lawan.
  • Dibatalkan: ketika tusukan terjadi secara bersamaan, berulang.
  • Pembatalan hit: pencabutan pengenaan oleh wasit.
  • Berhenti: serangan awal yang dilakukan dengan meluruskan lengan.
  • Penghargaan pukulan: hadiah atau hukuman yang diberikan oleh wasit.
  • rentetan: pertandingan ulang.
  • Ubah keterlibatan: Pertukaran senjata silang
  • Mengubah onds: perubahan tempat ketika ada pemain yang mencapai angka 3.
  • Pukulan diterima (HR): tusukan yang sah oleh seorang pemain selama pertandingan.
  • Hit mencetak (HS): tusukan yang sah diberikan kepada lawan selama pertandingan.

Demikian penjelasan tentang olahraga anggar. Semoga bisa memberikan wawasan baru.