Ayam Kate, Bulunya Unik dan Dipelihara Sebagai Hewan Hias

Tidak diragukan lagi bahwa di Indonesia ada banyak sekali jenis hewan yang unik, salah satunya ayam kate. Hewan berbentuk mungil ini sering menjadi ayam hias yang disukai masyarakat.

Beda dari ayam-ayam pada umumnya yang dipelihara karena diambil daging dan telurnya, banyak yang senang memeliharanya di rumah sebagai ayam hias. Bulunya memang indah dan postur tubuhnya unik.

baca juga: Cerita di Balik Ki Ageng Selo, Si Penangkap Petir Inspirasi Cerita Gundala

Sejak abad ke-18 sudah terkenal di Indonesia sebagai ayam hias

(foto: flickr)

Ayam kate yang dikenal menjadi ayam hias pertama kali ditemukan oleh pedagang Eropa pada tahun 1700-an. Lokasinya di sekitar pelabuhan Bantam di Jawa bagian barat yang kini lebih dikenal sebagai Banten.

Karena bentuk mereka yang kecil dan bulunya unik, mereka banyak dipakai untuk ayam hias dan bukan penghasil daging atau telur.

Sejak abad ke-18 sampai sekarang masyarakat Indonesia banyak membudidayakan mereka untuk menjadi ayam hias di rumah.

Mereka cenderung mudah dijinakkan dan cepat hapal dengan pemiliknya, seperti hewan piaraan lainnya.

Corak bulunya yang menarik, postur tubuh cenderung tegak, dan posisi dadanya yang sedikit terangkat ke atas menjadikannya semakin mencolok perbedaannya dibandingkan ayam pada umumnya.

Ada banyak jenis ayam kate yang cukup diminati masyarakat Indonesia

Ayam Kate, Bulunya Unik dan Dipelihara sebagai Hewan Hias

(foto: duniabinantang)

Ternyata ada banyak jenis ayam kate yang biasa dijual di pasaran dan diminati oleh masyarakat. Semakin bagus corak yang ada di tubuhnya tentu harganya lebih mahal. Apa saja jenis-jenisnya?

Kate Simbar

Jenis yang satu ini pada umumnya punya bulu di sekujur tubuh sampai ke ujung kaki dan paling mudah untuk ditemukan di Indonesia.

Bulu mereka berwarna putih seperti gading dan pada bagian kaki ada bulu yang panjang menjuntai, seolah-olah sedang mengenakan kaos kaki. Paruh mereka punya warna kuning dan punya jengger tipis di atas kepala.

Jambul Mekar

Sesuai namanya, mereka punya jambul dengan bentuk mekar berkaki lebih kecil serta tanpa bulu. Sekilas, tampilan mereka mirip ayam cemani yang berbulu hitam, tapi punya ukuran tubuh lebih kecil dan kakinya relatif pendek.

Pada bagian bawah mata ada pola berbentuk lingkaran dengan warna putih. Ciri khas mereka terlihat dari jambul warna merah terang seperti mawar.

Kate Betindo

Kebalikan dari kate jambul mekar yang bulunya hitam, kate betindo berciri khas bulu warna putih dan ditambah garis hitam. Ada bulu di bagian leher yang bersurai, dengan jengger warna merah cerah dengan bentuk mawar.

Kate Batik

Para kolektor ayam hias, pastinya sudah familiar dengan jenis kate batik. Ukuran tubuhnya cenderung kecil, tapi berisi.

Bulunya punya corak mirip motif batik berwarna putih dan bergaris hitam pada setiap pinggirnya. Jenis yang satu ini juga punya jengger walaupun ukurannya tidak begitu besar di bagian kepala.

Kate Walik

Kalau yang satu ini adalah hasil persilangan antara ayam biasa dan kate. Hasilnya adalah ayam walik, yang punya bentuk bulu terbalik. Postur tubuhnya masih terlihat cenderung tegak dan ukurannya kecil.

Baca juga: Siapa Imam Mahdi, Sosok Pemimpin yang Muncul Sebagai Tanda Kiamat

Jika ingin memelihara, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan

Ayam Kate, Bulunya Unik dan Dipelihara sebagai Hewan Hias

(foto: depositphoto)

Di antara beberapa jenis di atas sebenarnya masih ada lagi jenis lain yang cocok dipilih menjadi ayam hias di halaman rumah.

Dengan perawatan yang maksimal, mereka bisa punya produktivitas yang tinggi dan pergerakan aktif.

Jika ingin memeliharanya, ada beberapa hal yang diperhatikan, misalnya tentang pakan dan kandang. Sebagai ayam hias, pakan mereka tidak seperti ayam potong.

Pakan yang diberikan berpengaruh supaya bulunya tidak rontok dan kecantikannya pun terjaga.

Pakan untuk mereka harus bersih dan sehat, misalnya voor, biji yang dihaluskan, atau nasi. Karena ukurannya kecil maka porsi pakannya juga sedikit.

Sama seperti rumah untuk manusia, mereka juga butuh kandang untuk tempat tinggal.

Kandangnya harus dibuat aman kuat untuk mencegah bahaya predator, lengkap dengan lapisan jerami, dan memiliki sirkulasi yang baik.

Pemeliharaan kebersihannya sudah pasti harus dilakukan setiap pagi. Kandang mereka harus bersih dari kotoran atau sisa pakan ayam agar kesehatan tetap terjaga.