Bisa Bertelur, Platypus Jadi Hewan Mamalia Paling Unik di Dunia

Pernahkah kamu melihat hewan mamalia yang bisa bertelur? Sekilas mungkin terkesan mustahil. Tapi ternyata memang ada mamalia bertelur, yaitu platypus.

Karena banyak keanehan yang dimiliki, dahulu platypus dikira bukan hewan asli. Nama ilmiahnya pernah berganti dari Platypus anatinus menjadi Ornithorhynchus anatinus.

Nama ilmiahya yang kedua memiliki makna bahwa platypus berparuh seperti burung. Tapi, orang-orang di dunia tetap menyebutnya sebagai platypus.

Baca juga: Pulau Giliyang Sumenep, Objek Wisata dengan Kadar Udara Terbersih di Indonesia

Termasuk salah satu jenis makhluk yang sulit dipahami para peneliti

(foto: insightnews)

Pertama kali, platypus ditemukan di Sungai Hawkesburry di pesisir Sydney, Australia pada tahun 1797. Setelah itu diteliti dan dipublikasikan pertama kali oleh ilmuwan dari Inggris bernama Dr. George Shaw.

Dalam sebuah publikasi Naturalist’s Miscellany, hewan ini dideskripsikan sebagai hewan mamalia yang memiliki paruh dan kaki seperti bebek. Tapi, ekornya seperti berang-berang dilengkapi dengan bulu.

Bisa dibilang kalau hewan ini termasuk salah satu jenis makhluk yang tidak mudah dipahami. Apalagi penelitian yang dilakukan ilmuwan belum begitu banyak, jadi sulit juga untuk mengukur perubahan jumlah populasinya.

Berkembang biak dengan cara ovovivipar, yaitu bertelur sekaligus beranak

Bisa Bertelur, Platypus Jadi Hewan Mamalia Paling Unik di Dunia

(foto: britannica)

Pada umumnya hewan mamalia memiliki sepasang kromosom sebagai penentu jenis kelamin, tapi untuk platypus berbeda. Kromosom pada hewan ini ada lima pasang.

Anehnya lagi, beberapa bagian kromosom jantan seperti berbagi faktor genetik dengan kromosom yang ada pada burung. Sebagai mamalia yang bertelur, cara perkembangbiakannya disebut ovovivipar.

Ciri-cirinya bisa beranak, menyusui, tapi juga bertelur. Platypus betina bisa bertelur dalam waktu 2-4 minggu kemudian terjadi proses inkubasi.

Saat anak-anaknya menetas, induknya menghasilkan sejenis susu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak-anaknya.

Proses menyusui berlangsung selama berbulan-bulan sampai akhirnya bisa mandiri. Bayi hewan ini menyusui melalui bagian perut ibunya.

Baca juga: Menelusuri Angkor Wat, Pusat Peradaban yang Runtuh Karena Perubahan Iklim

Menyelam untuk mendapatkan mangsa berupa hewan invertebrata

Bisa Bertelur, Platypus Jadi Hewan Mamalia Paling Unik di Dunia

(foto: puppetgalery)

Platypus biasanya menyelam agar bisa mendapatkan makan, kemudian naik ke permukaan air untuk bernapas. Saat menyelam, hewan ini tidak bisa melihat atau menghirup apapun.

Lipatan penutup mata serta lubang hidung menjadikannya kedap air. Dalam tubuhnya ada bagian electroreceptors untuk dapat mendeteksi makhluk hidup di dasar laut yang akan menjadi makanannya.

Makanannya adalah invertebrata seperti larva serangga, cacing, dan udang. Meskipun termasuk mamalia, hewan ini tidak punya kantong enzim pencernaan.

Karena tidak memiliki gigi, cara mengunyahnya dilakukan dengan bantuan kerikil dan pasir.

Setelah menangkap hewan yang akan dimangsa, platypus yang lapar segera ‘mengunyah’ dengan cara menggiling kerikil, pasir, dan digabung dengan mangsanya.

Tercatat sebagai salah satu hewan asli Australia yang terancam punah

Bisa Bertelur, Platypus Jadi Hewan Mamalia Paling Unik di Dunia

(foto: pinterest)

Selain memiliki sederet keunikan dan keanehan di atas, ternyata masih ada fakta lain lagi. Hewan ini termasuk hewan berbisa.

Platypus jantan bisa mengeluarkan sejenis racun lewat pergelangan kaki mereka, tapi yang betina tidak.

Bisa pada platypus tidak seperti ular. Meskipun dapat melukai, tapi tidak akan mematikan jika mengenai manusia. Hanya berisiko mematikan untuk hewan lain yang lebih kecil.

Sayangnya racun atau bisa yang dimiliki tidak dapat melindunginya dari ancaman kepunahan. Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, jumlah populasinya sangat berkurang.

Menurut penelitian dari University of New South Wales, habitatnya di Australia juga banyak menyusut. Jumlah penurunan populasinya yang paling mencolok terjadi di wilayah Queensland dan New South Wales.

Bahkan menurut WWF Australia dan IUCN (International Union for Conservation of Nature), platypus tercatat sebagai salah satu spesies yang terancam punah.

Situasi kekeringan ekstrem dalam waktu yang lama di Australia kemudian jadi salah satu penyebab kepunahannya.