Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

Permainan dengan kartu adalah jenis permainan yang disukai oleh banyak orang, misalnya bridge.

Seperti dalam permainan catur yang tidak membutuhkan kekuatan gerakan fisik, begitu juga bridge yang mengandalkan pikiran yang fokus.  kedisiplinan, sportivitas dan citarasa seni.

Permainan yang berasal dari Eropa sejak abad ke-16 ini sekarang juga sudah banyak diminati di Indonesia.

Kali ini kita akan membahas tentang bridge, dari sejarahnya, teknik dasarnya, bagaimana aturan permainannya, dan istilah penting di dalamnya.

Baca juga: Sumo: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Sejarah bridge dulu awalnya dimainkan oleh orang Inggris

(foto: bukalapak)

Permainan ini dimulai pada abad ke-16 awal, dimainkan oleh orang inggris dan saat itu dikenal dengan nama whist.

Buku yang pertama menceritakan tentang whist pertama kali muncul tahun 1742 dengan judul Edmond Hoyle’s Short Treatise.

Permainannya masih terus bertahan sampai tahun 1800-an dan lebih banyak bergantung kepada faktor keberuntungan. Pada abad ke-20 permainan whist mengalami beberapa perubahan dan dikenal semua kalangan.

Ketika  banyak orang bermigrasi melalui laut, permainan kartu tersebut dilakukan untuk mengisi waktu. Sekitar tahun 1890-an permainan ini mulai terkenal di Amerika Serikat. Peraturannya mengalami beberapa perubahan.

Permainan bridge mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun1880-an karena dibawa bangsa Belanda ketika menduduki Indonesia.

Dibanding permainan kartu lainnya, bridge memiliki daya tarik tersendiri untuk orang yang menyukai tantangan dan logika walau saat itu belum ada peraturan yang berstandar.

Orang yang berjasa memperbaiki sistem aturan permainannya pada tahun 1925 adalah Harold Vanderbilt. Ia perkenalkan peraturan, prinsip dasar, dan table score.

Aturan main yang dikembangkannya kemudain jadi semakin populer dan diikuti banyak pemain sampai sekarang.

Teknik dasar bridge

Bridge: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

(foto: fantasy)

Bridge dimainkan oleh empat orang duduk di meja menggunakan 52 kartu (tidak ada kartu Joker). Para pemain di seberang satu sama lain membentuk kerjasama sebagai Utara-Selatan dan Timur-Barat.

Teknik dasar permainannya ada 3 tahapan, yaitu bidding, gameplay, dan scoring.

  • Bidding: tawar-menawar kontrak kemenangan yang dapat diraih dalam kerjasama, dan berjalan searah dengan jarum jam. Ada beberapa istilah dalam bidding yang digunakan di dunia, misalnya standard 2/1, precision, ACOL, dll. 
  • Gameplaypembuktian bahwa kontrak yang dimenangkan oleh partnership merupakan kontrak dengan nilai yang wajar dan tepat.
  • Scoring: tahapan yang dilakukan untuk menilai apakah kontraknya terlalu rendah (undervalue), wajar (fair value), atau terlalu tinggi (overvalue).

Baca juga: Seluncur Es: Sejarah, Luas Arena, Aturan Pertandingan, dan Istilah Penting

Aturan permainan

Bridge: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

(foto: wikipedia)

Berikut adalah aturan dalam permainannya.

  • Dimainkan oleh empat orang pemain yang terbagi ke dalam dua tim.
  • Pemain yang berada di posisi Utara-Selatan merupakan pasangan, demikian halnya pemain yang ada di posisi Barat-Timur. Tim utara dan selatan bertanding untuk melawan tim barat dan timur.
  • Masing-masing pemainnya memiliki tiga belas kartu.
  • Disarankan pemain yang melakukan bidding adalah orang yang memiliki poin 13 ke atas.
  • Pemain yang mengeluarkan kartu pertama di setiap putaran trick adalah yang memenangkan trick di putaran sebelumnya.
  • Pemenangnya adalah yang bisa memberi penawaran tertinggi tentang berapa trik yang bisa dimenangkan (minimal tujuh trik dan maksimal tiga belas trik).

Istilah-istilah dalam permainan bridge

 Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

(foto: globalnews)

Setelah membahas cukup banyak hal tentang permain ini, ada baiknya kita pahami juga istilah-istilah penting di dalamnya.

  • Board: satu set kartu yang digunakan untuk bermain atau satu kali permainan.
  • Bidding: proses yang dilakukan untuk menentukan siapa yang menjadi seorang pemegang kontrak.
  • Contract: jumlah trik yang harus dilakukan pihak yang menyatakan untuk mendapatkan skor plus. Sebuah tawaran menjadi kontrak terakhir jika diikuti dengan tiga operan.
  • Lead: kartu pertama dimainkan untuk sebuah trik. Masing-masing dari tiga pemain lainnya harus mengikuti (dalam urutan searah jarum jam) dengan memainkan kartu dari jenis itu jika mereka memilikinya.
  • Opening lead: Ketika declarer memulai mengeluarkan kartu yang pertama pada putaran pertandingan
  • Declarer: merupakan seseorang yang menentukan isi kontrak pada permainan. Declarer berhak menentukan kartu yang akan digunakan dummy.
  • Trick: ketika semua pemain sudah mengeluarkan kartu dalam satu putaran. Maksimal trick dalam satu pertandingan adalah 13.
  • High-card points: jumlah poin dari kartu Ace, King, Queen, Jack di tangan.
  • Deal: pembagian kartu yang berjumlah 52 buah
  • Dealer: pembagi kartu yang bergantian di setiap ronde.
  • Dummy: pemain yang menjadi partner declarer. Bisa dibilang sebagai seorang ‘bonekanya’ declarer. Apapun kartu yang dimainkan, maka harus ikuti dari perintah declarer.
  • Defender: adalah pasangan yang jadi lawan dari declarer dan dummy. Tugasnya adalah menggagalkan kontrak yang telah disepakati antar tim.

Demikian ulasan tentang catur kali ini, semoga bisa menambah wawasanmu.