10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak yang Bernilai Sakral

Pulau Kalimantan terletak di sebelah utara pulau Jawa, di sebelah timur Selat Malaka, di sebelah barat pulau Sulawesi dan di sebelah timur pulau Sumatera.

Dikenal sebagai paru-paru dunia karena Kalimantan memiliki kawasan hutan yang lebat. Namun, kini beberapa kawasan hutan berkurang akibat aktivitas penebangan pohon.

Wilayah Kalimantan sendiri memiliki lima provinsi. Berdasarkan urutan formasinya yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Masing-masing provinsi tersebut memiliki keunikan, kekhasan, adat atau kebiasaan dan tradisi yang berbeda-beda. Apa adat atau tradisi masyarakat Kalimantan? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Uniknya Sand Dollar, Hewan Laut Berbentuk Koin yang Bisa Mengkloning Diri Sendiri

1. Tradisi tradisional macceratasi

(foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Tradisi ini merupakan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat nelayan tradisional di kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Adat ini sudah terjadi sejak lama di masyarakat dan masih dilakukan secara turun temurun.

Pelaksanaan tradisi ini biasanya setahun sekali. Proses dari upacara adat ini adalah penyembelihan hewan jenis kambing, ayam, dan kerbau di tepi pantai dan darah hewan tersebut dialirkan ke laut.

Mengapa darah hewan harus disalurkan ke laut? Untuk menyediakan darah bagi kehidupan laut.

Kebiasaan ini juga ditujukan agar nantinya masyarakat yang tinggal di sekitar pantai mendapatkan rezeki dan kehidupan yang melimpah dari biota laut.

2. Tandik Babalian tradisional

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: mantabz)

Tradisi tandik babalian tradisional merupakan kegiatan ritual yang dilakukan oleh suku Dayak kurang lebih selama 7 hari. Kegiatan puncak dilaksanakan di depan mulut Goa dengan persembahan pemotongan hewan kurban.

Upacara Badudus atau penyiraman Air Dudus mengakhiri kebiasaan ini. Setiap orang yang ada di acara itu biasanya yang kecipratan hingga basah kuyup. Tradisi ini terjadi di Kalimantan Selatan.

3. Tradisi Ritual Tiwah

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: tourismindonesia)

Tradisi ini merupakan upacara adat di Kalimantan Barat yang dipercaya dapat menyambungkan dengan orang yang sudah meninggal yaitu mengantarkan kerangka orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah kecil. Rumah itu diberi nama dengan nama Sandung.

4. Tradisi membingkai

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: matakaca)

Kegiatan adat di Kalimantan Barat ini lebih banyak bernuansa kematian warga yang oleh masyarakat setempat disebut Ngerangka’u. Ngerangka’u berarti kematian yang bagi masyarakat Dayak Tunjung adalah suci.

Kepercayaan masyarakat terhadap tradisi ini merupakan wujud rasa kekeluargaan di antara mereka untuk memberikan kenyamanan kepada almarhum atau mendiang ketika berada di sisi Tuhan.

Pelaksanaan selama 40 hari setelah kematian. Untuk daerah lain mungkin diibaratkan dengan adat memperingati 40 hari meninggalnya seseorang atau bagi sebagian umat Islam diadakan acara tahlilan.

5. Kebiasaan makan sirih

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: menginap)

Anda mungkin pernah mendengar tentang kebiasaan makan sirih atau makan buah pinang, terutama ketika Anda pergi ke rumah nenek Anda. Pastinya Anda sering menjumpai aktivitas sirih pinang ini karena sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama.

Bagi masyarakat Kalimantan khususnya Kalimantan Timur, buah pinang biasanya diletakkan di tempat yang khusus. Tempat itu disebut tuan rumah.

Peralatan memanggang, seperti tempat sirih, tempat tembakau, alat tinju kinang, alat pemotong buah pinang, dan air liur merah atau air liur sirih dan kinangnya ditempatkan dalam satu wadah.

Kegunaan buah pinang adalah untuk penyedap mulut dan dapat digunakan sebagai obat untuk merawat gigi terutama untuk dimakan agar gigi tidak rusak atau berlubang.

Baca juga: Yasuke, Samurai Hitam Pertama yang Dikagumi Orang Jepang

6. Upacara Haus

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: khalfani)

Upacara adat pemberian nama anak di Kalimantan Timur disebut dahau. Ini biasanya diadakan oleh keluarga keturunan bangsawan atau keluarga kaya dan terhormat yang dilakukan secara besar-besaran.

Upacara ini oleh pihak penyelenggara berlangsung selama sebulan penuh dengan mengundang masyarakat Dayak dari beberapa daerah.

Ada banyak proses ritual yang dilakukan pada upacara ini. Meski begitu, tradisi atau upacara ini sering dilakukan oleh masyarakat Dayak Kalimantan Timur.

7. Tradisi manetek kayu

10 Kebiasaan Orang Kalimantan, Banyak Yang Bernilai Suci

(foto: Kalimantan Tengah)

Adat adat di Kalimantan Tengah ini memiliki nilai yang tinggi dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Dalam tradisi diperlihatkan bahwa kekuatan laki-laki Dayak berkaitan dengan kemampuan, keterampilan, dan kekuatan dalam memakai Pahera.

Tujuannya adalah untuk bertahan hidup. Adat ini dilakukan untuk menyambut tamu khas Dayak Kalimantan Tengah dan juga terkait dengan tradisi Pantan.

8. Tradisi Dayak Makanan Batu

Tradisi Dayak Makanan Batu

(foto: mantabz)

Tradisi ini merupakan ritual adat yang dilakukan oleh masyarakat setelah panen sawah atau sawah. Tradisi ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur dan wujud syukur atas peralatan yang digunakan saat bercocok tanam, mulai dari membuka lahan hingga memanen hasil panen.

Batu merupakan benda yang dituakan dalam ritual Dayak ini. Mereka percaya bahwa benda ini dapat digunakan sebagai sumber energi, yaitu dengan mengasah alat-alat yang digunakan untuk bertani.

9. Budaya Dolop

Budaya dolop

(foto: bisnis)

Dolop adalah ritual sumpah untuk membuktikan bersalah atau tidaknya orang yang dituduh dengan cara menyelam di sungai. Dolop menjadi jalan terakhir dalam menyelesaikan sengketa di Kalimantan Utara. Dolop adalah budaya masyarakat Dayak Agabak.

10. Mamat dan Pekiban

Mamat dan pekiban

(foto: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Budaya Mamat dan Pekiban merupakan tradisi masyarakat Dayak Kenyah Kalimantan Utara.

Budaya mamat disebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemenangan yang diraih dalam peperangan.

Mamat juga dikenal sebagai penyucian diri yang dilakukan oleh laki-laki. Kemudian bagi budaya Pekiban merupakan ritual sah orang Dayak Kenyah dalam mengawinkan masyarakat dengan sukunya.

Itulah kebiasaan sakral masyarakat Kalimantan dan mengusung nilai-nilai luhur budaya leluhur.