Kisah Nabi Sulaiman, Kaya Raya dan Bisa Bicara dengan Hewan

Nabi Sulaiman adalah seorang nabi terkaya yang diberi banyak keistimewaan lain oleh Allah, khususnya tentang kekayaan dan kemampuan berkomunikasi dengan hewan.

Kekayaan melimpah tidak membuatnya sombong, lalai, atau menjauh dari jalan Allah.

Justru sebaliknya, Nabi Sulaiman tetap istiqomah di jalan dakwah, menjadi sosok yang pemimpin bagi kaumnya, sekaligus seorang hamba yang bersyukur.

Di balik kekayaannya, ada amalan dan doa-doa yang bisa diteladani agar tetap bersyukur dan beramal saleh. Inilah kisah Nabi Sulaiman.

Baca juga: Kisah Nabi Daud, Menjadi Raja dan Suaranya Sembuhkan Orang Sakit

Bisa bekerjasama dengan golongan hewan dan jin untuk memudahkan urusan dakwah

(foto: pinterest)

Nabi Sulaiman yang merupakan putra Nabi Daud bukah hanya mewarisi kerajaan, tapi juga mewarisi kenabian.

Kemampuannya juga tidak tertandingi karena Allah memberinya pemahaman bahasa hewan dan jin sehingga bisa diajak kerjasama dalam urusan dakwah.

Salah satu kisah yang terkenal adalah saat mengumpulkan pasukan manusia, jin, beserta hewan-hewan yang diperintah berbaris dengan rapi.

Ternyata di barisan burung tidak lengkap. Ia kaget lantaran burung hud-hud tidak muncul.

Jika tidak muncul juga, burung hud-hud akan dihukum. Tapi ternyata setelah itu justru ada kabar penting yang dibawa burung hud-hud dari Negeri Saba’ yang dipimpin Ratu Balqis penyembah matahari.

Burung hud-hud menjadi perantara pertemuan Nabi Sulaiman mempersunting Ratu Balqis yang kemudian beriman kepada Allah, sudah tidak menyembah matahari.

Kepentingan dakwah dan memimpin manusia tidak mengganggu makhluk lain

Kisah Nabi Sulaiman, Kaya Raya dan Bisa Bicara dengan Hewan

(foto: pinterest)

Alquran juga sudah mengabadikan kisahnya yang mengerti bahasa hewan, yakni golongan semut yang sedang berbicara dengan sebangsanya.

Sampai bila mereka tiba di Lembah Semut, seekor semut berkata, ‘hai semut-semut, masuklah kalian ke sarang-sarangmu, supaya tidak diinjak Sulaiman dan bala tentaranya, sedang mereka tidak menyadarinya’.” (QS An Naml:18)

Ia berhenti sejenak bersama pasukan yang tengah melintas di jalan yang banyak semut, supaya tidak menginjak.

Dengan demikian, aktivitas dakwah dan kepemimpinan untuk manusia tidak mengganggu makhluk lain, termasuk hewan kecil seperti semut.

Kelebihan yang dimilikinya tidak menjadikannya berubah jadi manusia yang sombong dan semena-mena. Terlebih soal kelebihan harta juga tidak menjerumuskannya ke dalam kekufuran.

Baca juga: Kisah Nabi Zulkifli, Teladan untuk Jadi Pemimpin yang Sabar

Pernah diuji dengan sakit dan lemah, dan Allah mengabulkan doanya

Kisah Nabi Sulaiman, Kaya Raya dan Bisa Bicara dengan Hewan

(foto: pinterest)

Kepemimpinannya di tengah kaum Bani Israil terkenal bijaksana dan membawa rakyatnya pada kemakmuran.

Tapi hal tersebut tidak terjadi begitu saja, karena Allah juga pernah mengujinya agar tidak lalai dengan harta benda yang dimiliki.

Suatu hari Allah mengujinya jatuh dari kuda, sampai tidak bisa berjalan atau bergerak. Tubuhnya yang sakit, lemah, dan hanya bisa berbaring di tempat tidur. Meskipun sakit dan lemah, doanya tidak terputus.

Tapi kemudian Allah menerima tobatnya dan mengembalikan kekuatannya sehingga mampu menjadi raja dengam kekayaan melimpah.

Memberi keteladanan untuk selalu berdoa agar menjadi hamba yang bersyukur  

Kisah Nabi Sulaiman, Kaya Raya dan Bisa Bicara dengan Hewan

(foto: pixabay)

Dengan anugerah kerajaan, kekuasaan, dan kelimpahan harta benda, ia tidak lupa untuk bersyukur. Kepada Allah ia selalu berdoa untuk menjadi hamba yang bersyukur.

Barangkali harta benda umat manusia biasa tidak ada apa-apanya dibandingkan yang sudah diberikan Allah kepadanya. Tapi yang pasti kekayaan yang dimiliki bisa memberikan banyak kebaikan untuk dunia dan akhirat.

Itulah keteladanan Nabi Sulaiman yang tetap menjalankan amanah dan tidak lalai dengan banyak kelebihan yang dimiliki.