Kisah Nabi Zulkifli, Teladan untuk Jadi Pemimpin yang Sabar

Kisah Nabi Zulkifli adalah salah satu contoh kisah yang bisa diteladani untuk melatih kesabaran.

Perjalanan hidupnya memang tidak disebutkan di Alquran sebanyak nabi lain seperti misalnya Nabi Ibrahim atau Nabi Yusuf.

Nama Nabi Zulkifli hanya disebut dua kali di dalam Alquran yaitu dalam surat Al Anbiya dan Shad. Tapi, Allah menyanjung namanya di dalam Alquran sebagai seorang yang saleh.

Nama Zulkifli atau Dzul Kifli yang disandangnya, berarti orang yang memiliki kesanggupan, yaitu kesanggupan untuk memegang amanah, memutus perkara kaumnya dengan adil, dan tentunya bersikap sabar.

Kesabarannya inilah yang menjadikannya bisa diteladani oleh umat manusia di kemudian hari.

Baca juga: Kisah Nabi Daud, Menjadi Raja dan Suaranya Sembuhkan Orang Sakit

Dibesarkan di negeri Syam yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana

(foto: tafsiralquran)

Tidak dijelaskan secara rinci tentang silsilah keluarganya, tapi ia diyakini merupakan seorang putra dari Nabi Ayyub.

Nama aslinya adalah Basyar. Tempat tinggalnya adalah di negeri Syam atau kini Suriah.

Di negerinya ada seorang raja bijaksana yang sudah berusia tua, tapi tidak punya keturunan.

Pada suatu ketika, raja punya maksud mencari pengganti dan berjanji untuk memberikan tahta pada siapa pun yang bertanggung jawab untuk menjalankan amanah dari umat dan juga orang-orang yang bertakwa pada Allah.

Di depan seluruh rakyat, raja bertanya tentang siapa di antara rakyat sekalian yang sanggup untuk berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak akan marah-marah.

Maka kepada orang yang sanggup menjalaninya, akan diberi kerajaan.

Mendapat amanah sebagai pengganti posisi raja untuk memimpin negeri Syam

Kisah Nabi Zulkifli, Teladan untuk Jadi Pemimpin yang Sabar

(foto: cnn)

Nabi Zulkifli yang masih bernama Basyar saat itu berdiri, mengangkat tangan kanan, kemudian menyatakan kesanggupan.

Padahal saat itu ia masih dipandang hina oleh orang-orang. Raja mengulangi persyaratannya.

“Apakah kamu sanggup puasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan menahan amarah?”

Ia menyanggupi. Tidak ada rakyat lain yang menjawab dan menyanggupi. Terpilihlah ia menjadi pengganti raja, kemudian namanya lebih dikenal dengan Zulkifli yang termasuk orang yang sabar.

Ketika mulai menjadi pemimpin di negeri Syam, ia sangat mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi atau keluarganya.

Baca juga: Kisah Nabi Adam, Manusia yang Pertama Menjadi Khalifah di Dunia

Ada iblis yang berusaha menggoyahkan kesabaran dengan menjelma jadi orang tua renta

Kisah Nabi Zulkifli, Teladan untuk Jadi Pemimpin yang Sabar

(foto: pixabay)

Ia memegang janji untuk menjalankan puasa pada siang hari, beribadah pada malam hari, dan selalu bersabar atau tidak akan marah-marah di dalam kondisi apa pun.

Untuk menggoyahkan kesabarannya, iblis pun mengganggunya dengan cara berpura-pura jadi orang tua yang tidak memiliki sanak saudara juga tempat tinggal.

Iblis mendatanginya saat akan berbaring istirahat siang.

Kisah ini tercantum dalam kitab Qashasul Anbiya karya Ibnu Katsir. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan mengaku sebagai orang tua renta yang terzalimi.

Ia bangkit dan membuka pintu, kemudian mendengarkan cerita orang tua tersebut sampai waktu istirahat pun habis.

“Bila malam tiba, maka datanglah kemari, aku akan kembalikan hakmu,” demikian katanya kepada orang tua yang mengaku terzalimi, padahal sebenarnya adalah iblis yang menipu. Saat malam hari, ia tunggu kedatangan si orang tua. Tapi ternyata tidak datang.

Tetap bersikap sabar walau berkali-kali diuji saat kondisi dirinya sedang kelelahan

Kisah Nabi Zulkifli, Teladan untuk Jadi Pemimpin yang Sabar

(foto: republika)

Saat waktu istirahat esok harinya, pintu rumahnya diketuk kembali oleh seseorang yang kemudian mengaku sebagai orang yang terzalimi.

“Bukankah sudah aku katakan padamu agar datang pada saat aku sedang duduk di majelis?”

Pada malam hari, ia tunggu-tunggu orang tua yang tempo hari meminta pertolongan. Tapi lagi-lagi tidak kunjung tiba.

Kepada keluarganya, ia katakan agar tidak seorang pun mendekati pintu, agar bisa tidur dengan tenang.

Ternyata iblis telah lebih dulu menemui keluarganya dan mengutarakan kebohongan yang sama.

Beberapa saat kemudian dari lubang angin rumahnya terlihat iblis masuk dari tempat yang tidak seharusnya.

“Memang aku tidak boleh masuk, tapi lihat dari mana aku bisa masuk” kata iblis semakin menjadi-jadi. Iblis sudah sekuat tenaga untuk membuatnya marah, tapi ternyata tidak bisa.

Sifat sabar Nabi Zulkifli sudah sepantasnya menjadi sebuah teladan untuk seluruh umat Islam, misalnya dalam hal ibadah, dalam memimpin, atau saat berkomunikasi dengan orang lain.