Legenda Buto Ijo, Raksasa Berbadan Hijau yang Ditakuti Anak-anak

Bagi masyarakat Indonesia, legenda Buto Ijo memang sudah sangat terkenal sejak dulu. Makhluk mitologi yang satu ini identik dengan warna hijau di sekujur tubuhnya.

Ukuran tubuhnya yang sangat besar lengkap dengan gigi-gigi tajam tampak begitu menakutkan. Apalagi matanya yang melotot seolah ingin mengincar anak-anak untuk diculik.

Selain dikenal dalam cerita rakyat, makhluk ini juga kerap dihubungkan dengan ritual pesugihan untuk mencari kekayaan dengan ilmu hitam.

Baca juga: Kain Tenun Sengkang Sulawesi Selatan, Penuh Warna dan Berbahan Sutera

Dalam dongen Timun Mas, sosoknya menjadi antagonis yang ditakuti anak-anak

(foto: suarasurabaya)

Buat kamu yang pernah mendengar dongeng Timun Mas, pastinya sudah tidak asing lagi dengan makhluk menakutkan ini.

Sebagai tokoh antagonis berbadan raksasa, keberadaannya mengancam anak-anak perempuan seperti tokoh Timun Mas.

Selain berbadan hijau besar dan punya gigi tajam, makhluk ini juga digambarkan dengan rambut gondrong. Beberapa versi cerita menyebutkan tangannya ada empat dan bisa mencengkeram erat tubuh anak-anak.

Namanya sering jadi bahan dongeng untuk anak-anak di malam hari supaya cepat tidur dan tidak digigit Buto Ijo. Anak-anak yang nakal dan bermain terlalu jauh pun sering ditakuti dengan makhluk berwarna hijau ini.

Kapan munculnya tidak ada yang bisa memastikan, tapi di dalam dongeng selalu dimunculkan pada saat malam hari yang gelap gulita.

Dikenal secara turun temurun dan dihubungkan dengan peristiwa gerhana bulan

Legenda Buto Ijo, Raksasa Berbadan Hijau yang Ditakuti Anak-anak

(foto: geograpik)

Tidak mudah untuk memastikan sejarah terciptanya tokoh legenda Buto Ijo pertama kali di masyarakat Indonesia.

Tapi, ceritanya sudah dikenal secara turun temurun dari nenek moyang sebagai makhluk mitologi yang hanya ada di Indonesia.

Dalam cerita rakyat, makhluk ini juga dianggap membawa gara-gara pada peristiwa gerhana bulan.

Sosoknya yang berukuran raksasa disebut-sebut bisa menelan bulan dalam beberapa saat, sehingga suasana malam bulan purnama menjadi gelap.

Buto Ijo tidak langsung menelan bulan, melainkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya bulannya ‘habis’.

Tentunya tidak ada fakta yang membuktikan bahwa bulan dimakan oleh Buto Ijo, karena gerhana bulan sudah dipahami sebagai fenomena alam.

Begitu juga dengan penculikan anak-anak yang nakal atau tidak mau tidur di malam hari. Sebenarnya legenda ini hanyalah fiktif dan tidak ada wujudnya di dunia nyata.

Baca juga: Tari Ratoh Jaroe, Bermakna Religius dan Hanya Dimainkan Perempuan

Buto Ijo juga bermakna sebagai simbol kehidupan kelam dan kotor

Legenda Buto Ijo, Raksasa Berbadan Hijau yang Ditakuti Anak-anak

(foto: histori)

Sebagai tokoh antagonis yang mengerikan, sebenarnya legenda ini merupakan sebuah cara untuk melatih imajinasi anak atau memperlihatkan pada anak-anak tentang nilai-nilai baik dan buruk.

Meskipun hanya tokoh rekaan manusia, gambaran seramnya juga bisa bermakna sebagai simbol kehidupan kelam atau kotor.

Di tengah masyarakat yang cenderung religius, tidak dimungkiri bahwa  tradisi ilmu hitam masih dilakukan sebagian orang.

Ternyata Buto Ijo dianggap sebagai makhluk halus yang bisa dimintai bantuannya oleh dukun atau paranormal demi memperoleh kekayaan dengan cepat dengan jalan pesugihan.

Konon, orang yang melakukan ritual pesugihan Buto Ijo akan diikuti oleh makhluk raksasa yang tidak kasat mata ini.

Sejak zaman dahulu, di Jawa pernah ada ritual pesugihan Buto Ijo

Legenda Buto Ijo, Raksasa Berbadan Hijau yang Ditakuti Anak-anak

(foto: pinterest)

Konon ritual pesugihan Buto Ijo zaman dahulu pernah dilakukan masyarakat di Jawa untuk melancarkan pekerjaan, saat berdagang atau kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana pesugihan lainnya, pesugihan Buto Ijo juga menuntut persyaratan. Syarat yang diminta mulai dari sesajen berisi makanan, kembang setaman, kemenyan, sampai tumbal lain yang risikonya sangat besar seperti nyawa manusia.

Dengan cara diberi tumbal dan dirapalkan mantra khusus, makhluk raksasa ini dipercaya bisa cepat datang untuk menyantap sesajen dan kemudian membantu keperluan yang diinginkan.

Memang aktivitas terkait ritual pesugihan pada umumnya tidak diterima oleh masyarakat, termasuk pesugihan Buto Ijo.

Apapun itu, sebenarnya makhluk raksasa berwana hijau ini hanyalah sosok imajinasi manusia, dan legendanya tetaplah menjadi salah satu wujud daya cipta dan imajinasi leluhur kita.