Madiun Affair, Pemberontakan PKI Terbesar Setelah Indonesia Merdeka

Bicara soal Partai Komunis Indonesia (PKI) di tanah air, memang cenderung sensitif untuk sebagian besar masyarakat.

Apalagi peristiwa pemberontakan G30S/PKI di tahun 1965. Ada semacam luka sejarah yang terus membekas.

Selain peristiwa 1965, sebenarnya aksi pemberontakan PKI sudah pernah terjadi sebelumnya. Misalnya di Madiun, 18 September 1948 atau yang juga disebut Madiun Affair.

Pemerintahan yang belum terlalu kuat pasca proklamasi kemerdekaan menjadi sasaran pemberontakan yang melancarkan kudeta dan berusaha mengubah ideologi bangsa menjadi komunis di bawah Republik Soviet Indonesia.

Baca juga: Dilindungi dan Diwaspadai, Organisasi ISDV Jadi Cikal Bakal PKI di Indonesia

Menjadi pemberontakan besar pertama setelah Indonesia merdeka

(foto: alchetron)

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia mengalami sejumlah pergolakan politik yang besar. Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun, September 1948 adalah salah satunya.

Pemberontakan yang dipimpin oleh Muso waktu itu menjadi konflik besar yang pertama ketika Indonesia sudah merdeka.

Kelompok PKI saat itu ingin mengubah ideologi dari Pancasila menjadi komunis. Dari Republik Indonesia menjadi Republik Soviet Indonesia.

Ada anggapan yang mengakar pada kaum komunis saat itu bahwa dunia terpecah menjadi dua, yakni blok kapitalis-imperalis di bawah kendali Amerika dan blok anti-imperalis di bawah kendali Uni Soviet.

Indonesia dianggap cenderung anti-imperalis, jadi kaum komunis mengerahkan upaya sedemikian rupa agar Indonesia berada pada pihak Uni Soviet.

Dalang pemberontakan adalah Muso yang mendapat mandat dari Uni Soviet dan kelompok Front Demokrasi Rakyat untuk membentuk Front Nasional.

Muso diberi mandat untuk memimpin pergerakan komunis Indonesia

Madiun Affair, Pemberontakan PKI Terbesar Setelah Indonesia Merdeka

(foto: grid)

Menurut Harry A. Poeze dalam Madiun 1948: PKI Bergerak (2011), 3 Agustus 1948, diketahui Muso baru datang ke Indonesia setelah sebelumnya tinggal di Moskow sejak tahun 1926.

Muso datang ke Indonesia karena membawa amanat sejak berangkat ke Moskow pertama kali. Sesuai instruksi Partai Komunis di Moskow, didirikanlah PKI Muda.

Sifatnya yang otoriter, ambisius dan tidak sabaran justru dianggap sesuai dengan perjuangan komunis. Pihak Partai Komunis Moskow berwacana mengirimkan utusan ke Republik Indonesia demi penyelarasan gerakan komunis di Indonesia dengan komunis internasional.

Karena itulah, Muso diberi mandat untuk jadi pemimpin pergerakan komunis Indonesia. Muso memang membawa beberapa perubahan yang besar dalam gerakan komunis Indonesia, khususnya di masa-masa awal kemerdekaan.

Setibanya di tanah air, Muso segera membuat doktrin untuk penguatan komunisme di Indonesia yang kemudian dinamai Jalan Baru untuk Indonesia.

Baca juga: Hanya Lulus SD, Inilah Sepak Terjang Semaun Sebagai Ketua PKI Pertama

Wilayah Madiun lumpuh setelah PKI mengambil alih

Madiun Affair, Pemberontakan PKI Terbesar Setelah Indonesia Merdeka

(foto: trepelin)

Madiun Affair berawal saat jatuhnya kabinet RI yang saat itu dipimpin Amir Sjarifuddin yang merupakan salah satu tokoh PKI.

Saat di itu terdengarlah kabar bahwa kaum pro PKI sudah berinisiatif melancarkan pemberontakan. Pada tanggal 18 September, sejumlah rakyat di mulai mengibarkan bendera merah PKI.

Muso dan para petinggi PKI sudah keliling ke kota-kota di Jawa, misalnya Surakarta, Wonogiri, Madiun, Kediri, Bojonegoro, Cepu, Wonosobo, dan beberapa kecamatan sejak September 1948.

Ketika pihak yang pro pemerintah terkonsentrasi di Karesidenan Surakarta, Muso pun berangkat menuju wilayah karesidenan tepat di sebelah timurnya yaitu Karesidenan Madiun.

Malam harinya, setiba di daerah Rejo Agung, tidak jauh dari Madiun ternyata organisasi PKI setempat sudah melancarkan kudeta (coup d’etat) di Madiun dan sekitarnya.

Sejak itulah revolusi atau pemberontakan komunis dimulai dan langsung memanas. Kekuasaan di wilayah Madiun dan beberapa karesidenan diambil alih.

Pemerintahan sipil, dan militer lumpuh setelah dikuasai PKI yang berambisi besar untuk menduduki kepemimpinan di pemerintahan dan ingin mendirikan Front Nasional.

PKI sempat melemah karena kehilangan pimpinan tertingginya

  Pemberontakan PKI Terbesar Setelah Indonesia Merdeka

(foto: grid)

Saat itu pemerintah bertindak dengan cepat untuk memulihkan Madiun. Tidak hanya kudeta pemerintah, tapi kelompok PKI juga melakukan aksi pembantaian di Kecamatan Wungu.

Kolonel A. H. Nasution memimpin operasi penumpasan PKI Madiun pada tanggal 20 September 1948. Saat itu Muso berusaha lari ke Ponorogo, tapi akhirnya tertangkap dan ditembak mati.

Setelah peristiwa Madiun Affair 1948, PKI kehilangan kekuatan karena pimpinan-pimpinan tertingginya berhasil diadili.

Selain Muso, pemimpin PKI lainnya, seperti Maruto Darusman, Amir Sjarifuddin, dan Sarjono juga tewas di tangan tentara. Sementara itu, tokoh-tokoh senior lain dipenjara.

Bagaimana pergerakan PKI setelah itu? Sempat melemah, tapi ternyata justru jadi pemicu bagi kekuatan baru beberapa tahun kemudian.

Masih ada DN Aidit dan kawan-kawan di dalam PKI Muda yang sedang bertumbuh jadi salah satu kekuatan besar dalam politik Indonesia saat itu.