Mengenal Baba Vanga, Peramal Tunanetra yang Meramal Peristiwa Dunia

Kamu sudah pernah mendengar cerita ramalan Baba Vanga? Sosok yang dikenal sebagai peramal tuna netra asal Bulgaria. Ia pernah mengungkapkan sejumlah prediksi mengenai masa depan.

Ada yang mengatakan bahwa ramalannya tentang peristiwa besar di dunia sering terbukti.

Karena sebuah peristiwa ganjil yang dialaminya saat remaja, ia tiba-tiba punya kekuatan khusus untuk melihat masa depan. Orang-orang pun penasaran tentang dirinya.

Sepanjang hidupnya yang misterius, ia banyak memprediksi peristiwa besar di dunia, tentang politik, mesin waktu, es kutub yang mencair, sampai tentang kiamat.

Baca juga : Jarang Diketahui, Begini Kisah Cinta Napoleon Bonaparte yang Mengharukan

Baba Vanga mengalami kebutaan permanen saat remaja

(foto: theindependent)

Saat masih kecil, ia merupakan seorang anak yang tidak mendapat kasih sayang penuh dari orangtuanya. Ia terlahir tahun 1911 saat Kekaisaran Ottoman masih menduduki Makedonia.

Ia sempat hampir meninggal karena kelahirannya yang prematur. Sejak usia 3 tahun, ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi. Ia dirawat oleh tetangga. Masa kecilnya seperti anak-anak lain yang suka bermain.

Permainan dokter-dokteran bisa ia lakukan bersama teman-teman. Sampai suatu hari ia berusia 12 tahun, dan ia ditimpa peristiwa kecelakaan aneh.

Seolah ada badai menerjang untuk menyeret dan mengangkat tubuhnya ke udara, kemudian terlemparkan ke tanah lapang.

Saat itu ia mulai kehilangan kemampuan melihat karena matanya kemasukan debu dan kotoran. Masa remajanya cukup tragis karena ia jadi buta permanen.

Sempat terkena penyakit berbahaya yang mengancam nyawanya

Mengenal Baba Vanga, Peramal Tunanetra yang Meramal Peristiwa Penting di Dunia

(foto: extracz)

Operasi mata tidak bisa menyelamatkannya. Ia tidak lagi bisa bersama-sama dengan teman mainnya saat kecil, karena disekolahkan ke lembaga pendidikan khusus tunanetra.

Saat ia masih mengenyam pendidikan, sang ayah memberinya kabar melalui surat bahwa ibu tirinya wafat, dan ia dimintai tolong merawat adiknya.

Suatu masalah kesehatan kembali menimpanya pada usia ke-18 tahun. Ia terkena peradangan selaput dada dan pernapasannya terpengaruh.

Dokter mengatakan kalau ia mungkin saja meninggal tak lama lagi. Tapi ternyata ia belum meninggal, justru saat itulah ia mulai memiliki kekuatan ajaib.

Baca juga: Pertempuran Manzikert, Titik Balik Runtuhnya Kekaisaran Byzantium

Baba Vanga sering mimpi hal aneh dan melihat beberapa peristiwa di masa depan

Mengenal Baba Vanga, Peramal Tunanetra yang Meramal Peristiwa Penting di Dunia

(foto: guide-bulgari)

Ia mulai sering memimpikan hal aneh dan mendengar bunyi-bunyi asing. Konon ia juga bisa bicara dengan arwah yang telah mati dan bicara dengan tumbuhan.

Yang pasti ia mulai mendapat kemampuan meramal berbagai peristiwa di masa depan. Orang-orang yang percaya mistik merasa terkejut karena banyak ramalannya akurat.

Kabar tentang kemampuannya melihat masa depan memancing banyak orang untuk berbondong-bondong datang ke rumah.

Sebelum meninggal pada tahun 1996, ia sempat meramal tentang konflik di Semenanjung Korea yang memicu Perang Dunia III, yang tak lain adalah perang dingin antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Meskipun sebenarnya tidak semua ramalannya terbukti, tapi ia begitu dihormati di negara-negara Balkan seperti di Bulgaria, Makedonia, dan Bosnia-Herzegovina. Sampai ada julukan bahwa ia Nostradamus dari Bulgaria.

Ramalannya meliputi kondisi politik dunia sampai peristiwa kiamat

 Peramal Tunanetra yang Meramal Peristiwa Penting di Dunia

(foto: worldnomad)

Dilansir oleh Mirror, ia mengatakan tentang sebuah peristiwa mengerikan di Amerika. Dalam ramalannya, Amerika jatuh sesudah diserang sekawanan burung baja.

Banyak darah tertumpah dari orang yang tak bersalah. Saat itu tahun 1989 dan ia tidak menyebut spesifik bahwa itu adalah peristiwa 9/11 di New York.

Politik Amerika dan Rusia pun juga tidak luput dari ramalannya. Ia sempat meramal bahwa tahun 2015 ada miliarder yang menjadi pemimpin negeri dan akan mengantar dunia pada kehancuran.

Orang yang menganut teori konspirasi segera membuat kesimpulan bahwa yang dimaksud adalah Donald Trump.

Yang paling menjadi tanda tanya besar adalah tentang peristiwa kiamat yang konon terjadi tahun 5079.