Mengenal Manatee, ‘Putri Duyung’ yang Mengecoh Christopher Columbus

Manatee (Trichechus) atau sapi laut sejak lama dikira sama dengan ikan duyung. Tidak hanya itu, sebutan sapi laut juga membuat banyak orang salah paham. Padahal jika dilihat secara evolusi manatee lebih dekat dengan gajah.

Masih banyak lagi keunikan mamalia yang satu ini. Ada beberapa video atau film dokumenter yang menampilkan mereka minum air hujan.

Manatee memang hidup di air asin yang dangkal dan tidak terlalu dingin. Mereka bisa muncul ke permukaan laut untuk bernapas.

Tapi konon kabarnya hewan yang pernah menguasai Samudra Hindia ini terancam punah. Benarkah manusia yang menjadi penyebab kepunahan mereka?

Baca juga: Dianggap Titisan Dewa, Kaisar Hirohito Jadi Pemimpin Terlama Jepang

Manatee pernah dikira putri duyung oleh Christopher Columbus

(foto: pinterest)

Pada tanggal 9 Januari 1493, Christopher Columbus dan beberapa penjelajah lainnya, yang sedang berlayar di dekat Republik Dominika melihat tiga makhluk asing di lautan yang dikira putri duyung.

Menurut penggambaran Columbus, ‘putri duyung’ yang dilihatnya tidak cantik dan badannya tidak berwujud setengah ikan seperti di lukisan.

Christopher Columbus dan penjelajah lainnya telah berada di laut terlalu lama. Bisa jadi itu hanya tipuan cahaya. Di kemudian hari ada fakta yang ditemukan bahwa tiga makhluk asing itu adalah manatee.

Manatee sendiri ada tiga spesies; Manatee Hindia Barat (Trichechus manatus) yang hidup di lautan Amerika utara, Manatee Amazon (Trichechus inunguis) yang hidup di lautan Amerika selatan, dan Manatee Afrika (Trichechus senegalensis) yang hidup di lautan Afrika barat.

Bergerak ke permukaan laut setiap lima menit sekali untuk bernafas

Mengenal Manatee, 'Putri Duyung' yang sempat mengecoh Christopher Columbus

(foto: pinterest)

Hewan yang sudah hidup jutaan tahun ini menghabiskan hampir seluruh waktunya di perairan pesisir Samudra Hindia dan sebagian Pasifik barat. Meskipun minum air tawar, mereka tidak sampai menjelajah ke perairan tawar.

Mamalian laut ini biasa bergerak ke permukaan setiap lima menit sekali untuk bernafas. Meskipun sebenarnya mereka bisa tetap berada di bawah air lebih lama, untuk menahan napas hingga 20 menit.

Saat mereka menarik napas di luar permukaan laut, 90 persen udara di paru-paru mereka diganti.

Harus memutar seluruh tubuh untuk melihat ke belakang

Mengenal Manatee, 'Putri Duyung' yang sempat mengecoh Christopher Columbus

(foto: pinterest)

Mamalia pada umumnya memiliki tujuh tulang leher. Sedangkan manatee memiliki jumlah tulang belakang yang tidak beraturan dan enam tulang leher.

Akibatnya, hewan ini tidak bisa memalingkan kepalanya ke samping, apalagi ke belakang. Mereka harus memutar seluruh tubuh hanya untuk melihat ke belakang.

Para ilmuwan berpendapat bahwa mungkin ini juga ada kaitannya dengan metabolisme mereka yang lambat. Kareana faktor kelambatan itulah, manatee tidak mampu melarikan diri dari kapal yang melaju kencang.

Baca juga: Kapten Pierre Tendean, Pahlawan Revolusi Termuda yang Gugur Menjelang Hari Pernikahannya

Punya cara yang unik untuk mempertahankan diri

'Putri Duyung' yang Sempat Mengecoh Christopher Columbus

(foto: pnj)

Untuk spesies manatee Hindia Barat dan Afrika, air hangat adalah suatu keharusan. Karena tingkat metabolisme rendah dan perlindungan lemak minimal, mereka perlu menempel pada air bersuhu 60 derajat atau lebih.

Pada tahun 2010 ada 246 manatee mati di Florida karena tekanan musim dingin yang lebih ekstrem dari biasanya.

Lebih dari 50 juta tahun yang lalu, manatee berevolusi dari hewan darat yang sama dengan gajah. Mereka punya cara yang unik untuk mempertahankan diri.

Mereka terus menerus mengganti gigi sepanjang hidup. Gigi yang lebih tua di depan rontok dan gigi baru tumbuh di belakang mulut mereka.

Herbivora ini mengunyah makanannya selama hampir setengah hari, mengonsumsi makan dalam bentuk tumbuhan yang porsinya mencapai sepuluh persen dari berat tubuh mereka setiap hari.

Dengan bobot mencapai 450 kilogram, itu berarti mereka bisa mengunyah makanan seberat 45 kilogram sehari.

Manatee terancam punah walau tidak memiliki predator besar di alam liar

 'Putri Duyung' yang Sempat Mengecoh Christopher Columbus

(foto: riverventure)

Manate bisa ditemukan di daerah pantai atau perairan dangkal di mana mereka memakan rumput laut, alga, dan daun bakau.

Hewan ini memang tidak memiliki predator besar di alam liar, tapi mereka terancam punah. Persaingan dengan landak laut (echinoidea) yang populasinya meledak dan mereka sama-sama makan rumput laut disebut sebagai faktor pendorong kepunahan manatee.

Ancaman lain adalah perburuan ilegal. Manusia dianggap berperan besar dalam menjadikan ketiga spesies manatee di Amerika dan Afrika berisiko punah.

Selain perburuan dan persaingan dengan landak laut, manatee juga terancam oleh tabrakan kapal. Ini terkait dengan kecepatan gerak mereka yang hanya 4,8-8 km/jam yang berarti terlalu lambat untuk menghindari tabrakan kapal.