Noiva do Cordeiro, Desa di Brazil yang Semua Penduduknya Wanita

Sebutan desa tercantik umumnya akan diberikan kepada wilayah yang pemandangan alam atau lingkungannya indah dan menakjubkan.

Tapi, seperti apa jadinya kalau sebutan desa tercantik adalah karena memang penduduknya terdiri dari para wanita yang cantik?

Di Negara Brazil, ada satu desa unik yang kehidupan masyarakat sehari-harinya tanpa pria. Namanya desa Noiva do Cordeiro. Sudah sejak dahulu, desa ini disebut-sebut sebagai desa tercantik di seluruh dunia.

Bukan lantaran kondisi alamnya, tapi cantik dalam hal ini adalah karena pendudukya kebanyakan adalah wanita muda yang berusia 20 hingga 35 tahun.

Baca juga: Kisah Kaum Ad, Umat Nabi Hud yang Binasa Karena Azab

Desa ini punya pesona alam yang indah dan masih asri

(foto: instagram/ noivadocordeiro)

Noiva do Cordeiro berlokasi di sekitar bukit Belo Vale, kurang lebih 300 mil dari arah utara Rio de Janeiro. Jika berangkat dari ibu kota Brazil tersebut, waktu tempuh yang dibutuhkan adalah sekitar 6 jam melalui perjalanan darat.

Berbeda dengan Rio de Janeiro yang terbilang kota metropolitan, desa Noiva de Cordeiro masih berjarak jauh dari modernitas peradaban.

Alam di sana pun masih begitu asri karena posisinya di sebuah lembah dan diapit perbukitan. Udaranya juga masih bersih dan tidak banyak terkena paparan polusi.

Begitu memasuki desa, pesona kecantikan desa Noiva de Codeiro akan langsung terlihat Para penduduknya tidak bermewah-mewahan dalam pakaian, tapi tetap terlihat modis.

Mereka punya bentuk hidung mancung ditambah dengan tubuh tinggi semampai. Jarang memakai make up berlebih, kecantikannya terkesan natural.

Mulai dihuni para wanita pada 1980

Mengenal Noiva do Cordeiro, Desa Unik di Brazil yang Semua Penduduknya Wanita

(foto: instagram/ noivadocordeiro)

Menurut beberapa catatan sejarah, desa Noiva do Cordeiro sudah berumur ratusan tahun. Kehidupan di desa ini sudah terbentuk sejak tahun 1890-an.

Saat itu, ada seorang perempuan muda yang namanya Maria Senhorinha de Lima yang dikucilkan bersama keluarganya dikucilkan oleh pihak gereja Katolik setempat. Alasannya adalah karena tuduhan perbuatan zina.

Dengan kata lain, yang mendirikan desa khusus wanita Noiva do Cordeiro adalah Maria Senhorinha de Lima setelah meninggalkan seorang laki-laki yang terpaksa dinikahinya. Sejak saat itu, desa ini hanya dihuni oleh kaum wanita.

Baca juga: 5 Dewi Mitologi Yunani, Berparas Menawan dan Terkenal Tangguh

Anak laki-laki belum dewasa boleh tinggal di desa, tapi para suami hanya bisa datang akhir pekan

Mengenal Noiva do Cordeiro, Desa Unik di Brazil yang Semua Penduduknya Wanita

(foto: instagram/noivadocordeiro)

Sebelumnya, ada fakta yang menarik dipahami. Mereka menerapkan peraturan khusus untuk desanya, yakni: hanya wanita saja yang bisa berkuasa di Noiva do Cordeiro. Mereka memang punya keluarga, tapi tidak hidup bersama-sama setiap hari.

Pria yang mempersunting wanita setempat tidak diberi izin tinggal di sana. Para suami harus bekerja jauh dari desa dan hanya diizinkan kembali ke rumah pada saat akhir pekan.

Begitu juga dengan setiap anak laki-laki di sana yang berusia 18 tahun ke atas tidak tinggal bersama keluarganya.

Meski terkesan eksklusif dan tertutup dari laki-laki, tapi mereka sebenarnya terbuka untuk siapa saja yang datang, termasuk turis laki-laki.

Sehari-hari para penduduk bekerja di bidang pertanian

Mengenal Noiva do Cordeiro, Desa Unik di Brazil yang Semua Penduduknya Wanita

(foto: instagram/ noivadocordeiro)

Terlepas dari keunikan dan keindahannya, apa yang mereka kerjakan sehari-hari di desa? Sebagian besar wanita di desa Noiva do Cordeiro bekerja di bidang pertanian. Mereka berkebun, beternak, dan membuat pakaian.

Para wanita tersebut adalah pekerja keras. Mereka bertanggung jawab untuk segala aspek kehidupan yang dijalani, mulai dari sistem perkebunan, perencanaan kota, hingga acara keagamaan.

Hidup berdampingan sehari-hari dengan sesamanya, para wanita tangguh di desa Noiva do Cordeiro tidak lantas bersaing satu sama lain.

“Tidak ada yang bersaing dengan siapa pun di sini. Ini semua untuk satu, dan satu untuk semua,” ungkap seorang warga setempat, Rosalee Fernandes.seperti yang pernah diulas situs BBC.

Mereka berbagi segalanya, bahkan tanah yang menjadi tempat bekerja. Bagaimana menurutmu kehidupan di Noiva do Cordeiro? Apakah ada niat berkunjung ke sana suatu hari nanti?