Mengenal Sak Yant, Tato Tradisional yang Dipakai untuk Penangkal Sial

Bagi sebagian orang, tato adalah sebuah seni yang menarik. Ada beragam tujuan orang yang membuat tato di tubuhnya, mulai dari berekspresi, mengabadikan tanggal penting, menuliskan nama orang, atau untuk motivasi.

Ada juga yang membuat karena sudah tradisi di wilayahnya. Ternyata tato bukan sebuah produk seni modern karena di daerah tertentu, seni ini sudah dipraktikkan oleh suatu kelompok masyarakat sejak beberapa abad yang lalu.

Satu contoh masyarakat yang memiliki tradisi membuat tato adalah Suku Khmer di Kamboja. Tradisi di sana diberi nama dengan tato Sak Yant. Beginilah keunikannya.

Baca juga: Berasal dari Panti Asuhan, Coco Chanel Menjadi Ikon Mode Terkenal di Dunia

Sak Yant dianggap menyimpan kesaktian untuk menangkal nasib sial dan menghindari bahaya

(foto: missfilatelista)

Tato Sak Yant yang diyakini sudah dikenal sejak abad ke-9 di Kamboja dianggap memiliki semacam kekuatan ajaib.

Pada zaman dahulu di masa Kerajaan Khmer, tato ini dibuat untuk para prajurit agar terlindungi saat perang.

Tradisi ini dianggap menyimpan kesaktian untuk menangkal nasib sial, menghindari bahaya, dan melindungi diri dari roh jahat.

Ada kepercayaan bahwa orang yang memiliki tato Sak Yant di tubuhnya akan kebal dari pisau atau anak panah.

Bahkan ada pendapat bahwa Kerajaan Khmer sempat jadi kerajaan yang paling besar di Asia Tenggara karena kekuatan tato yang melindungi pasukannya.

Masing-masing desainnya, konon dibuat untuk memberi kekuatan berbeda

Mengenal Sak Yant, Tato Tradisional dari Kamboja yang Dipakai untuk Penangkal Sial

(foto: adventurousjourney)

Tinta yang digunakan untuk tato ini mengandung bisa ular, arang, dan minyak kelapa.  Desainnya cukup bervariasi, misalnya motif hewan, bentuk geometris, dan barisan tulisan.

Untuk masing-masing desainnya, konon dibuat untuk memberi perlindungan dan kekuatan yang berbeda.

Misalnya motif hewan harimau dianggap mampu menjadikan pemiliknya semakin kuat, berpengaruh, dan tangguh.Para pejabat dan atlet Muay Thai  banyak yang berminat pada motif harimau.

Sedangkan motif lima baris tulisan dianggap bisa melindungi diri dari bahaya, serta meningkatkan daya tarik di mata lawan jenis.

Baca juga: Mengenal Krav Maga, Seni Bela Diri yang Dianggap Paling Berbahaya di Dunia

Ada mantra khusus yang diucapkan biksu sebelum menggambar tato Sak Yant

Mengenal Sak Yant, Tato Tradisional dari Kamboja yang Dipakai untuk Penangkal Sial

(foto: frequenttraveler)

Tato ini memang berasal dari Kamboja, tapi cenderung lebih terkenal di Thailand. Dahulu hampir punah saat rezim Khmer Merah yang kejam berkuasa di Kamboja.

Tapi pelan-pelan dihidupkan lagi oleh biksu Kamboja yang masih tersisa dan sempat melarikan diri ke Thailand. Sekarang tato ini tumbuh kembali dan banyak orang asing yang juga berminat.

Beberapa mantra akan diucapkan biksu sebelum menggambar tato. Mantra yang diucapkan seperti kehidupan baru yang ditanamkan ke dalam tato yang nantinya memberi kekuatan untuk pemiliknya.

Meskipun desainnya beragam, pilihan ditentukan oleh biksu. Orang yang diberi tato di punggung baru bisa melihat bentuk tato yang didapatkan setelah selesai.

Mendapatkan tato ini dari para biksu termasuk pengalaman yang tidak biasa. Sampai-sampai para turis asing banyak yang datang di Thailand untuk mendapatkannya.

Beberapa aturan dan larangan mesti dipatuhi untuk mendapatkan tato

Tato Tradisional dari Kamboja yang Dipakai untuk Penangkal Sial

(foto: findingbeyond)

Tentang cara membuat tato Sak Yant, ternyata tidak sama dengan pembuatan tato modern. Sak Yant perlu ditempel ke permukaan kulit dengan alat jarum bambu yang sudah mengandung tinta.

Orang yang membubuhkan tato juga tidak sembarangan. Pada umumnya dilakukan oleh seorang biksu dan disertai dengan ritual khusus.

Orang yang memiliki tato ini di tubuhnya tidak langsung berubah jadi sakti. Ada beberapa aturan dan larangan yang mesti dipatuhi, contohnya tidak boleh membunuh, mencuri, dan mengonsumsi makanan tertentu.

Kalau melanggar, kesaktian pemilik tato mungkin akan hilang. Meskipun terkesan sakral, tato ini tidak terkait dengan sihir yang berbahaya.

Selama ritual, orang yang ditato boleh berdoa kepada Tuhan sesuai keyakinan masing-masing. Selebihnya, tato ini menjadi warisan spiritual dan budaya yang terus dilestarikan.