Panjat Tebing: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan, dan Istilah Penting

Panjat tebing atau panjat dinding atau panjat tebing Ini adalah olahraga yang memacu adrenalin. Olahraga ini sangat digemari oleh para pecinta alam.

Panjat tebing merupakan salah satu olahraga ekstrim, sehingga membutuhkan peralatan dan teknik serta keterampilan khusus untuk melakukannya.

Selain itu, pendaki juga dituntut untuk memiliki kekuatan fisik terutama kekuatan jari, kekuatan tangan dan ketahanan fisik.

Baca juga: Sambo: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Syarat Penting

Sejarah panjat tebing dilakukan oleh tentara Eropa

(foto: kompas)

Panjat tebing merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Olahraga ini dulunya dilakukan untuk melindungi diri dari binatang buas atau untuk memperluas habitatnya.

Pada masa sebelum Perang Dunia I yaitu sekitar tahun 1910, kegiatan ini mulai dilakukan oleh tentara di Eropa.

Para prajurit mencapai tebing di daerah pegunungan dengan berbagai bantuan dan peralatan keselamatan.

1930 adalah tahun emas panjat tebing. Di Indonesia olahraga ini sudah dilakukan sejak tahun 1960 oleh Tentara Nasional Indonesia dan para pelajar yang mencintai alam.

Hingga 21 April 1988, Federasi Panjat Tebing dan Panjat Tebing Indonesia (FPGTI) berdiri. Kemudian FPGTI berubah nama menjadi FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia).

Dasar panjat tebing

Panjat Tebing: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan dan Ketentuan Penting

(foto: javafiberglass)

Teknik yang digunakan saat melakukan panjat tebing adalah:

  • Panjat wajah: yaitu memanjat di permukaan tebing dengan memanfaatkan rongga/tonjolan batu untuk pijakan kaki dan pegangan tangan.
  • Gesekan/panjat slab: merupakan teknik yang dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal. Teknik ini mengandalkan gaya gesek sebagai konsentrator.
  • Mendaki celah: Teknik panjat yang memanfaatkan celah tebing untuk memanjat.

Beberapa jenis memanjat celah Yang sering dilakukan adalah:

  • Kemacetan: teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu besar
  • cerobong asap: teknik memanjat celah vertikal yang cukup lebar di atas tebing, dengan cara badan masuk di antara celah tersebut kemudian mendorong ke belakang dari sisi tebing yang lain.
  • Menjembatani: teknik memanjat pada celah vertikal yang cukup besar, dengan posisi tubuh mengangkang, sedangkan tangan dan kaki berfungsi sebagai pegangan pada kedua sisi tebing.
  • Berbaring: teknik memanjat pada celah vertikal menggunakan kekuatan tangan dan kaki.
  • Lintasan tangan: teknik memanjat tebing dengan gerakan menyamping (horizontal). Teknik ini cukup rentan sehingga hanya dilakukan saat pemanjatan vertikal sudah tidak memungkinkan lagi.
  • Jubah Diri: Teknik memanjat tonjolan yang letaknya agak tinggi sebagai tempat berdiri.

Teknik-teknik tersebut digunakan dengan selalu menjaga 3 titik kontak yaitu dengan mencari grip yang tepat, selalu menjaga tangan agar mencapai grip yang sangat tinggi dan memanjat dengan kaki yang relaks agar dapat memaksimalkan pendakian.

Baca juga: Keunikan Liping Art, Miniatur Kehidupan Jawa Masa Lalu

Aturan pertandingan

Panjat Tebing: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan dan Ketentuan Penting

(foto: cnn)

Berdasarkan aturan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), ada beberapa aturan dalam kompetisi panjat tebing. FTPI menyelenggarakan kompetisi dengan kategori kompetisi sebagai berikut:

  • Memimpin: yaitu kompetisi dimana atlet memanjat dengan merintis, atlet diamankan dari bawah dan setiap titik aman dihubungkan secara berurutan.
  • Batu besar: yaitu perlombaan yang terdiri dari beberapa batu besar. Setiap pendakian batu besar tampil solo dan diamankan dengan matras.
  • Kecepatan: yaitu kompetisi dimana panjat tebing dilakukan oleh tali atas.
  • Kecepatan estafet: yaitu lomba kategori estafet yang terdiri dari 4 jalur kecepatan untuk setiap regu.
  • banyak nada: yaitu kompetisi kategori memimpin dilakukan oleh dua orang atlet yang bekerja sama dalam menyelesaikan suatu lintasan permainan.

Aturan dalam setiap kompetisi panjat tebing adalah:

  • Atlet bernomor 2,3,4 dan 5 di setiap nomor kompetisi.
  • Setiap regu dapat mendaftarkan dua atlet cadangan.
  • Peringkat tim didasarkan pada akumulasi nilai yang didapat setiap tim di setiap putaran.
  • Jika terjadi akumulasi nilai yang sama, maka ranking ditentukan dengan melihat nilai akumulasi pada babak selanjutnya.
  • Adapun kategori kecepatan Pemeringkatan dilakukan berdasarkan total waktu tercepat yang diperoleh masing-masing tim.

Istilah penting dalam panjat tebing

    Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan dan Ketentuan Penting

(foto: kompas)

Istilah yang sering digunakan dalam panjat tebing adalah:

  • Tebing alami: yaitu tebing batu yang bisa dijadikan tempat untuk mendaki.
  • merajuk (jalur pendek): yaitu cara mendaki jalur yang mengandung setidaknya satu titik fokus kesulitan. Cara ini dilakukan di area pendakian yang aman tanpa menggunakan tali pengaman.
  • inti: yang merupakan titik tersulit di jalur pendakian
  • Jalur tersedia: yaitu jalur pendakian yang telah dibuat oleh pendaki sebelumnya yang telah diberikan perlindungan permanen.
  • Panjat tali atas: yaitu teknik panjat dimana pemanjat tidak perlu memasang pengaman karena tali pengaman panjat sudah terpasang di titik akhir area panjat.
  • Panjat tebing: yaitu teknik pendakian jalur pendakian dimana pendaki pertama memasang peralatan keselamatan dan diamankan oleh satpam.
  • titik merah: yaitu nilai yang diperoleh seorang pemanjat jika berhasil memanjat tanpa menggunakan tali pengaman setelah mendaki lebih dari satu kali.
  • Dilihat: nilai tertinggi yang diperoleh seorang pemanjat jika berhasil memanjat tanpa membebani tali pengaman dalam sekali percobaan.

Demikian penjelasan tentang olahraga panjat tebing kali ini.