Parade Kuda Kosong, Kesenian Cianjur yang Bernilai Sejarah

Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam dan keindahan pariwisata, tapi juga kaya dalam hal warisan budaya.

Saat berpergian kemana pun, selalu ada hal baru yang menarik untuk dieksplorasi, mulai dari kuliner, adat istiadat, hingga kesenian.

Cianjur merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menyimpan banyak keunikan budaya. Salah satu yang cukup terkenal dan memiliki makna sakral dalam pelaksanaannya adalah parade kuda kosong.

Secara umum, parade yang satu ini sama seperti agenda parade atau pawai pada umumnya, yaitu berupa iring-iringan sekelompok orang yang biasa dilakukan di jalan raya.

Biasanya prosesi ini juga diramaikan dengan aneka kostum yang dikenakan pesertanya dan dimeriahkan dengan suara musik dari drum band.

Baca juga: Kisah Yahya Edward, Rela Berkostum Badut Demi Mengajar Ngaji

Kuda kosong sebagai budaya Cianjur yang dipandang gagah, unik, dan menarik

(foto: pinterest)

Kuda kosong adalah budaya asli Cianjur yang telah diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur.

Selain itu, hingga kini kesenian ini juga sering kali menjadi ikon dalam berbagai pergelaran seni dan budaya yang kehadirannya selalu ditunggu oleh masyarakat Cianjur.

Tapi, seperti apa sebenarnya parade kuda kosong? Kuda kosong merupakan sebutan untuk seekor kuda dengan penampilan yang gagah, unik, dan menarik, namun tidak ditunggangi alias kosong.

Kuda tersebut kemudian dikenakan aneka aksesoris kepala dan kaki yang mencolok, penutup badan, hingga aneka bunga warna-warni yang membuatnya semakin menarik.

Saat parade atau pawai berlangsung, kuda kosong dipayungi dengan dua payung sebagaimana payung yang biasa digunakan di kerajaan atau pengantin.

Sejarah kuda kosong: tidak ditunggangi dari Mataram hingga Cianjur

Parade Kuda Kosong, Kesenian Cianjur yang Bernilai Sejarah

(foto: pulsk)

Kuda kosong juga memiliki penuntun yang mengenakan kostum tidak kalah unik dengan si kuda, yaitu berupa baju terusan atau gamis, aksesoris ikat kepala, dan sandal. Ternyata sejarahnya pun unik.

Menilik dari sisi sejarah, parade kuda kosong digelar pertama kali ketika masa Raden Kanjeng Aria Wiratanudatar, bupati pertama Cianjur.

Saat itu, Cianjur harus menyerahkan upeti pada Mataram karena daerah kesundaan berada di bawah pimpinan Raja Mataram.

Dalem Cianjur kemudian mengirim perwakilan Aria Natadimanggala untuk menyerahkan upeti berupa 3 butir padi, 3 butir lada, dan 3 butir cabe rawit.

Raja Mataran bisa memahami arti dari masing-masing upeti yang diberikan, sehingga ia memberikan balasan berupa keris, kuda kerajaan, dan juga pohon saparantu untuk Dalem Cianjur.

Baca juga: Mengenal Ittoqqortoormiit, Desa Warna-warni di Ujung Bumi

Ada hal menarik lainnya di balik parade kuda kosong

Parade Kuda Kosong, Kesenian Cianjur yang Bernilai Sejarah

(foto: antara)

Saat kembali ke Cianjur, Aria Natadimanggala menuntun kuda karena sangat menghargainya sebagai hadiah.

Karena tidak ditunggangi sepanjang perjalanan dari Mataram hingga ke Cianjur itulah akhirnya masyarakat menyebutnya kuda kosong.

Tujuan diadakannya tradisi kuda kosong adalah dalam rangka mengenang sejarah perjuangan para Bupati Cianjur tempo dulu.

Tidak heran jika dalam setiap pergelaran seni dan budaya festival Cianjur, selalu ada momen di mana iring-iringan kuda kosong memberi penghormatan kepada Bupati Cianjur.

Hal lain yang membuat masyarakat Cianjur menanti-nantikan parade ini adalah karena adanya beberapa cerita atau legenda mistis mengenai kuda kosong.

Biasa ditampilkan pada hari Cianjur dan peringatan HUT Kemerdekaan RI

Parade Kuda Kosong, Kesenian Cianjur yang Bernilai Sejarah

(foto: pinterest)

Bahkan banyak yang percaya bahwa sebenarnya kuda kosong tidak benar-benar kosong melainkan ada yang menungganginya, namun tidak terlihat secara kasat mata. Apakah kamu tertarik untuk menyaksikannya langsung?

Jika penasaran dan tertarik untuk menyaksikan kesenian ini, parade kuda kosong selalu digelar pada gelaran seni dan budaya Festival Cianjur yang merupakan puncak rangkaian hari jadi kabupaten Cianjur setiap tanggal 12 Juli.

Kuda kosong juga ditampilkan setiap tahun untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerrdekaan Republik Indonesia.

Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang mengenalnya sebagai salah satu warisan budaya yang bernilai sejarah.