Kisah Nabi ibrahim, Melawan Raja Namrud hingga Hancurkan Berhala

Nabi Ibrahim merupakan utusan Allah yang memberi banyak keteladanan dan wajib diimani oleh umat Islam.

Sebagai nabi yang ke-6, gelar ulul azmi juga tersemat pada dirinya atas ketabahannya yang luar biasa dalam perjuangan dakwah.

Kisah Nabi Ibrahim banyak memberi teladan tentang keteguhan hati dan prinsip penting dalam beragama.

Nabi Ibrahim juga mengajarkan umat manusia di kemudian hari untuk selalu mencari kebenaran.

Di sepanjang hidup Nabi Ibrahim banyak hal yang dapat diambil hikmahnya, misalnya saat melawan Raja Namrud. Berikut kisah selengkapnya.

Baca juga: Asal Usul Istilah Wkwkwk, Ekspresi Tawa Khas Indonesia

Terlahir di tengah-tengah masyarakat yang menyembah berhala

(foto: brewminate)

Nabi Ibrahim terlahir di kota kuno Ur yang ada di Mesopotamia atau sekarang masuk wilayah Iraq pada tahun 2295 SM.

Arti namanya sudah pernah dijelaskan di dalam Kitab Taurat, yaitu berasal dari Abram berarti ayah yang luhur atau ayah untuk sebagian besar umat manusia.

Itulah mengapa ia juga bergelar abul anbiya atau bapak para nabi. Orangtuanya pernah menyembunyikannya di dalam gua agar terhindar dari bahaya.

Saat ia lahir, lingkungannya banyak menjadi pembuat patung atau berhala untuk sesembahan, termasuk ayahnya sendiri.

Di tengah masyarakat penyembah berhala, juga ada Raja Namrud yang merupakan seorang penguasa kejam yang mengklaim diri sebagai Tuhan.

Raja Namrud adalah penguasa dari Babylonia yang sangat sombong.

Pernah bertanya-tanya tentang siapa Tuhan yang sebenarnya harus disembah

Kisah Nabi ibrahim, Melawan Raja Namrud dan Hancurkan Berhala

(foto: umma)

Saat mulai tumbuh dewasa, masyarakatnya masih menyembah berhala dan benda-benda langit seperti; matahari, bintang, dan bulan.

Berhala sesembahan masyarakat pada zamannya juga punya macam-macam arti, misalnya patung yang mewakili rasi bintang di langit.

Hal tersebut membuatnya punya banyak sekali pertanyaan tentang siapa pencipta dunia ini dan siapa Tuhan yang seharusnya disembah.

Sebelum berusaha memerangi kemusyrikan kaumnya, ia terlebih dahulu mohon pada Allah untuk diperlihatkan tentang hal-hal yang bisa meneguhkan imannya.

Sesudah mendapat risalah dari Allah, ia sampaikan dakwah yang menunjukkan bahwa perilaku menyembah berhala adalah tidak masuk akal, sesat, dan tidak sesuai aqidah.

Meskipun sudah diperingatkan berulang-ulang, ternyata kaumnya tidak mudah menerima. Bahkan ayahnya sendiri juga tidak bersedia meninggalkan berhala yang dibuat sendiri.

Baca juga: Kisah Nabi Saleh yang Diberikan Mukjizat Seekor Unta Betina

Melawan Raja Namrud dan tidak bisa terbakar oleh api yang menyala

Kisah Nabi ibrahim, Melawan Raja Namrud dan Hancurkan Berhala

(foto: artikula)

Karena telah menghancurkan berhala di wilayahnya, suatu hari ia menghadap ke Raja Namrud. Tidak semua berhala dihancurkan, tapi masih disisakan yang paling besar.

Ia dimintai pertanggungjawaban setelah Raja Namrud mengetahui berhala-berhala sudah rusak.

Dijawablah dengan lantang kalau berhala yang terbesarlah yang telah menghancurkan berhala-berhala lainnya.

Setelah itu terjadilah perdebatan sengit yang membuatnya dihukum Raja Namrud dengan cara dibakar hidup-hidup.

Kemudian ia diikat pada kayu yang bertumpuk dan siap dibakar dengan nyala api yang membara.

Karena kuasa Allah, ternyata tubuhnya sama sekali tidak terbakar api dan bahkan tidak terluka sedikit pun. Seketika Raja Namrud membisu di hadapannya.

Tentu saja pasukan Raja Namrud terheran-heran.  Tidak sedikit pasukan yang kemudian meninggalkan atau memisahkan diri sepenuhnya dari Raja Namrud.

Sebagian mereka membangun kekuasaan sendiri atau menjadi umat Nabi Ibrahim.

Keturunan-keturunannya juga menjadi nabi di kemudian hari

Kisah Nabi ibrahim, Melawan Raja Namrud dan Hancurkan Berhala

(foto: pinterest)

Tidak hanya tentang sejarahnya sebagai nabi yang diabadikan di Alquran, tapi juga sebagai ayah.

Allah telah memilihnya beserta keturunannya untuk menerima anugerah istimewa di antara manusia lain yang ada di bumi. Di kemudian hari, keturunan-keturunannya juga menjadi nabi.

Itulah kisah tentang Nabi Ibrahim yang berjuang melawan kemusyrikan dan juga membela kebenaran di hadapan pemimpin zalim. Semoga kisahnya bisa memperkuat keimanan kita.