6 Contoh Produk yang Dibuat dengan Bantuan Bakteri

Produk yang dibuat dengan bantuan bakteri disebut dengan bioteknologi. Saat ini, sudah banyak makanan yang diolah menggunakan teknik ini.

Pasalnya, bioteknologi dianggap memiliki banyak manfaat, khususnya untuk manusia.

Ragam manfaat yang dihasilkan dari pengolahan makanan menggunakan bantuan bakteri adalah makanan menjadi levih awet, menghasilkan produk makanan yang memiliki nilai gizi tinggi, menghasilkan berbagai macam olahan hanya dari satu bahan, dan masih bnayak lainnya.

Untuk saat ini, bioteknologi yang diteapkan pada olahan pangan saja. Berdasarkan jenisnya, bioteknelogi dibagi mejadi dua, yakni bioteknologi modern dan konvensional.

Lantas, apa saja contoh produk yang dibuat dengan bantuan bakteri? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Garam Himalaya, Berbentuk Kristal Pink yang Dianggap Lebih Sehat

1. Mentega

(foto: pexels)

Mentega merupakan salah satu produk hewani yang terbuat dari susu sapi. Umumnya, produk ini digunakan untuk menumis, bahan oles kua atau roti, dan masih banyak lainnya.

Karena terbuat dari susu sapi, tentu saja mentega memiliki kandungan nutrisi yang cukup banyak, seperti kalori, lemak, kolesterol, karbohidrat, gula, dan protein.

Cara mengolah mentega adalah dengan fermentasi atau bantuan bakteri baik. Proses pembuatannyapun susah-susah gampang karena bisa dibuat sendiri di rumah, namun membutuhkan kesabaran.

Pertama-tama, siapkan susu segar, garam, dan pewarna makanan. Tuang susu segar ke dalam satu wadah tertutup, kemudian masukkan ke dalam kulkas. Diamkan hingga 24 jam.

Setelah beberapa jam, susu akan mengeluarkan krim yang nantinya mengapung di permukaan. Siapkan sendok yang sudah dibersihkan. Ambil krim yang mengapung menggunan semdok bersih tersebut.

Kemudian, pindhkan krim ke dalam wadah, dan letakkan di lemari es dan biarkan selama 5 sampai 10 menit.

Jika krim sudah dalam kondisi dingin, proses selnjutnya adalah mengocok krim selma 5 sampai 12 menit hingga beratnya semaki bertambah.

Terakhir, uleni mentega yang sudah dikocok. Kemudian, uleni menggunakan sendok kayu agar air di dalamnya keluar.

2. Keju

Contoh Produk yang Dibuat dengan Bantuan Bakteri, ada Tempe juga loh

(foto: pexels)

Keju merupakan produk yang dibuat dengan bantuan bakteri berbahan dasar susu sapi segar. Makanan ini tersebar luas di seluruh dunia, akan tetapi disinyalir berasal dari Timur Tengah.

Bakteri yang digunakan dalam mengolah produk ini cukup beragam, sesuai dengan kebutuhan dan jenis keju yang akan diolah.

Namun,seringkali pembuatan keju menggunakan tiga jenis bakteri seperti Lactobasillus Helveticus, Brevibacterium linens, dan Sterptococcus thermophilus.

Ketiga bakteri tersebut bertugas untuk menghancurkan laktosa atau gula alami yang terkandung di dalam susu menjadi asam laktat.

Tidak hanya itu, mereka juga bertugas untuk menurunkan pH susu, sehingga protein yang ada di dalamnya akan mengental dan menggumpal.

Kemudian, tahap selanjutnya adalah pematangan. Dalam tahap ini, diperlukan perhatian khusus untuk menjaga temperatur dan kelembaban keju, hingga siap disantap.

Keju sendiri memiliki kandungan nutrisi penting, seperti protein, lemak, vitamin, dan kalsium. Dimana kita tahu bahwa tubuh membutuhkan itu semua agar tetap sehat dan bugar.

Ada banyak ragam jenis keju yang cukup mudah ditemui di berbagai toko atau supermarket.

Jenis keju tersebut dibagi berdasarkan beberapa hal seperti tekstur, proses pematangan, dan jenis susu yang digunakan.

Cara penyimpanan keju bisa di suhu ruangan ataupun di dalam lemari pendingin. Jika di suhu ruangan, maka keju murni tidak akan bertahan lama, yakni sekitar satu Minggu.

Sementara, jika disimpan di lemari es, maka akan bertahan lebih lama hingga satu bulan lebih.

Namun, perlu diperhatikan pada saat menyimpan keju di lemari pendingin. Pastikan bungkus keju tertutup dengan rapat agar tidak membuatnya cepat kering.

Selain itu, letakkan di rak paling bawah, jauh dari makanan lain yang berbau tajam untuk menghindari meresapnya aroma dan rasa yang tidak diinginkan.

3. Yogurt

Contoh Produk yang Dibuat dengan Bantuan Bakteri, ada Tempe juga loh

(foto: pexels)

Yogurt menjadi salah satu makanan atau minuman ringan yang disukai banyak orang. Rasa asam dan manisnya menyatu di dalam mulut, dan menciptakan sensasi rasa segar saat menyantapnya.

Yogurt merupakan produk yang dibuat dengan bantuan bakteri. Sama dengan mentega dan keju, ia juga berbahan dasar susu sapi yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki rasa asam manis yang khas.

Awal mula makanan ini tercipta karena ketidak sengajaan para penggembala domba di Asia Tengah pada ribuan tahun yang lalu.

Mereka berniat untuk menyimpan susu murni di dalam perut domba. Rupanya, susu tersebut berubah teksturnya menjadi kental ketika terkena bakteri di dalam lapisan perut domba.

Yogurt memiliki ragam jenis, seperti yogurt rendah lemak, greek yogurt, ketir, skyr, yogurt non susu, dan yang terakhir adalah yogurt beku.

Masing-masing dari keenam jenis yogurt tersebut memiliki kandungan bahan yang berbeda namun dengan rasa yang sama-sama enak.

Yogurt mengandung banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak, gula, vitamin, dan sodium. Itulah mengapa, selain memiliki rasa yang enak, yogurt juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Mengonsumsi yogurt setiap hari dapat membantu melancarkan pencernaan, sehingga terbebas dari masalah sembelit atau susah buang air besar.

Selain itu, makanan ini juga sangat cocok dikonsumsi bagi kamu yang sedang diet untuk menurunkan berat badan.

Kandungan protein dan kalsium yang terdapat di dalamnya mampu mengontrol nafsu makan sehingga membuatmu merasa kenyang lebih lama.

Baca juga: Pernah Diklaim Malaysia, Alat Musik Angklung Asli dari Jawa Barat

4. Kecap

Contoh Produk yang Dibuat dengan Bantuan Bakteri, ada Tempe juga loh

(foto: istockphoto)

Kecap merupakan salah satu bumbu dapur yang kerap ditambahkan ke dalam berbagai jenis masakan. Rasanya yang manis, membuat masakan terasa lebih gurih dan nikmat.

Bumbu ini berbetuk cair dan kental dengan warna khas hitam. Bahan dasar pembuatannya adalah kacang kedelai atau kedelai hitam pilihan yang difermentasi oleh bakteri Zygosaccharomyces (khamir) dan Lactobacillus (bakteri) yang berasal dari moromi.

Namun, ada jenis kecap lainnya yang tidak menggunakan kedelai sebagai bahan dasarnya, sebut saja kecap asin. Kecap asin terbuat dari air kelapa yang juga difermentasi oleh bakteri.

Namun, bedanya dengan kecap manis, jenis kecap ini ditambahkan garam dalam jumlah lebih banyak, sehingga menghasilkan rasa asin yang lebih menonjol.

Kecap memiliki ragam varian rasa. Variasi rasa tersebut dikarenakan metode fermentasi dan juga durasi pembuatannya.

Selain itu, juga disebabkan oleh jenis kedelai dan perbandingan air dan garam yang dicampurkan ke dalamnya.

Dahulu, bumbu ini menggunakan tambahan bahan pengawet agar tahan lama. Namun, seiring berjalannya waktu, bahan pengawet tersebut sudah tidak digunakan lagi.

Alasannya, karena dianggap memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Penggunaan kecap bisa ditambahkan ke dalam berbagai jenis resep masakan, seperti semur, sate, nasi goreng, tambahan penyedap bakso, dan masih banyak lainnya.

5. Tempe

Contoh Produk yang Dibuat dengan Bantuan Bakteri, ada Tempe juga loh

(foto: istockphoto)

Tempe merupakan jenis makanan yang dikonsumsi lauk pauk. Sama seperti kecap, makanan ini terbuat dari bahan dasar kedelai yang kemudian dibuat dengan bantuan kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rh. oryzae, Rh. stolonifer, atau Rh. arrhizus.

Tempe mengandung protein nabati sebab berbahan dasar kedelai yang mana kita tahu bahwa ia mengandung protein nabati tinggi.

Makanan khas Indonesia ini menjadi salah satu makanan yang aman dikonsumsi oleh para pelaku vegetarian, yang juga membutuhkan protein sebagai pengganti daging.

Karena rasanya yang enak, maka tak heran jika tempe menjadi makanan favorit hampir semua masyarakat Indonesia.

Selain itu, ia juga dibandrol dengan harga murah, namun nutrisi yang terkandung di dalamnya sangat melimpah.

6. Wine atau anggur

Wine atau anggur

(foto: istockphoto)

Wine atau anggur merah merupakan salah satu minuman yang cukup populer di kalangan masyarakat. Tak heran, jika minuman ini menjadi primadona di hampir seluruh dunia, khususnya Indonesia.

Seperti namanya, minuman ini terbuat dari bahan dasar anggur merah yang diolah sedemikian rupa dengan bantuan bakteri lactobacillus, jamur Saccharomyces cerevisiae dan Saccharomyces uvarum.

Banyak yang beranggapan bahwa minuman ini mampu memberikan manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah mampu menghangatkan tubuh, terutama di musim dingin.

Akan tetapi, sebaiknya jangan mengonsumsi wine secara berlebihan. Sebab, ia dapat memberikan efek mabuk jika terlalu banyak dikonsumsi.

Akhir kata

Nah, itulah contoh produk yang dibuat dengan bantuan bakteri. Beberapa produk tersebut cukup muda ditemui sehingga bisa dikonsumsi kapan saja.

Namun, dengan catatan bahwa jangan sampai berlebihan, karena sesutu yang berlebihan tidaklah baik.