Pulau Giliyang Sumenep, Objek Wisata dengan Kadar Udara Terbersih di Indonesia

Apa yang biasanya membuatmu tertarik untuk mengunjungi sebuah tempat wisata? Mungkin karena keindahannya, tantangannya, memang sedang viral, atau hal lain?

Satu hal penting yang patut dipertimbangkan saat mengunjungi tempat wisata adalah faktor kesehatan. Hal tersebut bisa dilihat dari kebersihan lingkungan dan juga udaranya.

Sudah tahukah kamu tentang Pulau Giliyang di Sumenep yang memiliki kualitas udara terbaik di Indonesia?

Tidak hanya di Indonesia, bahkan kadar oksigennya juga disebut terbaik kedua di dunia setelah Laut Mati di Yordania.

Baca juga: Labord’s Chameleon, Bunglon Madagaskar dengan Masa Hidup Terpendek

Masih terus dikembangkan sebagai objek wisata yang bersih dan sehat

(foto: travelounge)

Kabupaten Sumenep di Pulau Madura memiliki salah satu wisata andalan yaitu pantai. Selain wisata Pulau Giligenting, ada lagi Pulau Giliyang atau Gili Iyang yang jadi kebanggaan.

Bukan hanya karena pemandangannya yang sangat indah, tapi juga terkenal karena kualitas udaranya yang sangat baik.

Pulau ini memang belum lama dikenal masyarakat luas, khususnya sebagai tujuan wisatawan. Padahal lingkungannya masih bersih dan sehat.

Baru pada tahun 2015 pihak pemerintah kabupaten mengatakan bahwa pulau ini dicanangkan menjadi objek wisata kesehatan dan masih terus dikembangkan sampai sekarang.

Karena itulah pembangunan beberapa fasilitas umum di pulau ini menjadi salah satu prioritas.

Penduduk dan wisatawan dapat merasakan suasana hidup menyatu dengan alam

Pulau Giliyang Sumenep, Objek Wisata dengan Kadar Udara Terbersih di Indonesia

(foto: airpaz)

Pulau Giliyang dibagi jadi dua desa, yakni Desa Banra’as dan Desa Bancamara. Sejauh ini, lokasi yang dinilai memiliki udara terbersih adalah Desa Bancamara.

Penelitian dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep pada tahun 2016 pernah membuktikan bahwa kadar oksigen Pulau Giliyang adalah 21-21,5 persen.

Angka tersebut termasuk tinggi jika dibandingkan kota-kota besar.

Kandungan oksigennya yang sangat tinggi bukan cuma berasal dari pohon-pohon yang rimbun, tapi juga diperoleh dari pergerakan udara di pantai.

Di sekitar pantai juga tumbuh banyak pohon. Suasananya cukup tenang dan sejuk karena terlindungi dari teriknya matahari.

Sayangnya listrik di sana masih dirasa terbatas. Sehingga penduduk maupun wisatawan bisa mengalami suasana hidup menyatu dengan alam.

Baca juga: Mengalami Koma, Paul Amadeus Dienach Melakukan Perjalanan ke Masa Depan

Lebih menyenangkan untuk dikunjungi bersama orang-orang tercinta

Pulau Giliyang Sumenep, Objek Wisata dengan Kadar Udara Terbersih di Indonesia

(foto: rri)

Wisata ke pulau ini pastinya sangat menyenangkan, apalagi kalau datang dengan orang-orang tercinta.

Untuk menuju ke sana, wisatawan tidak usah khawatir dengan budget yang harus dikeluarkan.

Lalu bagaimana cara menuju ke sana? Perjalanan bisa ditempuh melalui Pelabuhan Dungkek, Sumenep.

Jika berangkat dari kota, tersedia mobil penumpang umum yang siap mengantarkan ke Pelabuhan Dungkek.

Bisa juga menggunakan kendaraan pribadi, dan sebelum masuk ke pelabuhan bisa dititipkan ke rumah penduduk. Setelah dari pelabuhan, wisatawan perlu naik perahu 45-60 menit.

Selain pantai, ada juga beberapa tempat menarik yang bisa didatangi wisatawan

Pulau Giliyang Sumenep, Objek Wisata dengan Kadar Udara Terbersih di Indonesia

(foto: suaramerdeka)

Sesampainya di pulau ini, wisatawan bisa berkeliling dengan kendaraan sewaan agar bisa menikmati suasana lebih berkesan.

Khususnya di Desa Bancamara, tempat yang kadar oksigennya terbaik.

Selagi masih di pulau ini, wisatawan bisa mengunjungi tempat selain pantai. Di tepi pantai Giliyang, terdapat beberapa gua yang sering didatangi wisatawan.

Setelah selesai mengelilingi pulau, wisatawan bisa mencoba aktivitas seru lain misalnya diving atau snorkeling.

Banyak yang mengungkapkan bahwa keindahan di bawah lautnya tidak kalah indah dengan di Lombok.

Bahkan kalau wisatawan memiliki lebih banyak waktu, ada homestay yang bisa jadi tempat menginap dan menikmati suasana malam di Pulau Giliyang.