Sejarah, Ukuran Papan, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

Tenis meja adalah olahraga yang menggunakan bola kecil, pemukul atau pemukul berlapis karet. Meja sebagai perlengkapan bermain juga didesain khusus untuk menjadi area permainan.

Permainan dalam ruangan juga dikenal sebagai lapangan tenis mini. Selain disebut pingpong, olahraga ini dulunya dikenal dengan nama apa apa dimainkan di meja makan.

Selama bertahun-tahun, tenis meja telah menjadi olahraga Olimpiade.

Baca juga: Bulu Tangkis: Sejarah, Area Lapangan, Aturan Main, dan Ketentuan Penting

Sejarah tenis meja dari Inggris pernah dimainkan di ruang makan

(foto: gettyimages)

Tenis meja sudah ada sejak tahun 1880-an di Inggris sebagai permainan pilihan di musim dingin dan dimainkan di dalam ruangan, terutama di ruang makan.

Permainan ini diadaptasi dari tenis kuno abad pertengahan bernama payah dan apa apa.

Para tentara Inggris yang bertugas di India turut memperkenalkan olahraga ini di luar Inggris. Pada abad ke-19, permainan menjadi semakin populer di Eropa dan berlanjut ke Amerika Serikat.

Bolanya kecil, terbuat dari karet ringan dan dilapisi kulit. Nama lain, pingpong, sebenarnya adalah merek dagang dari perusahaan Inggris yang memproduksi peralatan olahraga.

Pada tahun 1926 dibentuk organisasi tenis meja internasional dengan perwakilan pemain dari berbagai negara yaitu ITTF (Federasi Tenis Meja Internasional).

Pada tahun itu kejuaraan dunia pertama diadakan di London, Inggris. PTMSI (Persatuan Tenis Meja Indonesia) telah menjadi anggota ITTF sejak tahun 1961.

Awalnya olahraga ini hanya dilakukan oleh orang Belanda sebagai hiburan di balai pertemuan.

Ukuran papan, net atau net, bola dan taruhan

    Tenis Meja: Sejarah, Ukuran Papan, Aturan Permainan, dan Ketentuan Penting

(foto: pixabay)

Meja atau papan yang khusus digunakan untuk bermain tenis meja dilengkapi dengan jaring dan dibuat dengan ukuran sebagai berikut;

  • Panjang: 274 cm
  • Lebar: 152,5 cm
  • Tinggi: 76cm
  • Meja: 3 cm

Bersih atau ukuran bersih

  • Panjang: 183 cm
  • Tinggi: 15,25 cm
  • Ukuran bola
  • Diameter: 40 mm
  • Berat: 2,7 gram

Warna bola oranye atau putih dengan bahan selulosa ringan. Jika memantul dari meja, seharusnya mencapai 23-26 cm.

Ukuran taruhan

  • Panjang 24-26 cm
  • Lebar: 15 cm
  • Menangani: 8-10 cm

Baca juga: Tenis: Sejarah, Ukuran Lapangan, Aturan Permainan, dan Ketentuan Penting

Aturan main yang harus dipahami setiap pemain

    Tenis Meja: Sejarah, Ukuran Papan, Aturan Permainan, dan Ketentuan Penting

(foto: pixabay)

Dalam permainan terdapat beberapa aturan menurut standar internasional seperti berikut ini;

  • Permainan dilakukan hingga mencapai 11 poin.
  • Jika poinnya imbang dengan nilai 10-10, maka para pemain harus melakukan servis secara bergantian.
  • Jika bola dilempar dan dipukul tetapi meleset, maka poin menjadi milik lawan.
  • Jika bola memantul 2x atau lebih di area lawan dan memantul ke samping hingga menyentuh garis tepi, maka poin menjadi milik pemain.
  • Setelah servis, bola harus melambung ke kanan area lawan. Khusus untuk pertandingan ganda, tim harus bertukar tempat setelah melakukan servis 2x.
  • Dalam pertandingan ganda, kedua pemain harus memukul bola secara bergantian. Bola pingpong harus dipukul saat memantul dari meja.
  • Bagian tubuh yang boleh terkena bola dalam permainan adalah daerah di bawah pergelangan tangan dan jari.
  • Jika bola mengenai tangan, maka poin tetap dianggap sah. Pemain tidak boleh menyentuh meja, kecuali area di bawah pergelangan tangan yang digunakan untuk membawa taruhan.

Istilah-istilah penting dalam tenis meja

        Sejarah, Ukuran Papan, Aturan Game, dan Ketentuan Penting

(foto: ittf)

Setelah mengetahui tentang aturan permainan dan beberapa teknik dasar, ada hal lain yang perlu dipahami, yaitu istilah dalam tenis meja.

  • Backhand: Tembakan dilakukan jika bola berada di sebelah kiri badan
  • blok: Pengembalian cepat setelah bola memantul dengan pukulan agresif dan dilakukan dengan menahan taruhan di jalur pergerakan bola.
  • Pemblokir: Sebuah jenis permainan di mana blok adalah hit utama.
  • Raket tertutup: Posisi taruhan dimana bagian untuk memukulnya diarahkan ke bawah, dengan sisi atas dimiringkan menjauhi badan dalam keadaan tertutup.
  • Penggerak konter: Pukulan yang dilakukan sebagai balasan pukulan dengan pukulan.
  • Counter smash: Pukulan yang dilakukan untuk membalas smash dengan smash.
  • Lintas lapangan: Sebuah bola dipukul secara diagonal dari satu sudut ke sudut lainnya.
  • Bawaan: Diskualifikasi atau dikeluarkan dari pertandingan dengan alasan apapun.
  • Menyetir: Ayunan panjang
  • Dropshot: Menjaga bola sesingkat mungkin sampai lawan kesulitan menjangkau. Tembakan seperti ini bisa dilakukan jika lawan berada jauh dari meja.
  • Layanan lemparan tinggi: servis yang dilakukan dengan cara melempar bola tinggi-tinggi ke udara. Servis seperti ini dapat meningkatkan putaran dan gerakan menipu lawan.
  • Tembakan bunuh: pukulan mematikan.
  • lob: pengembalian bola menghancurkan yang bersifat defensif, biasanya dilakukan oleh putaran atas atau samping.
  • Lingkaran: pukulan topspin yang keras, biasanya dianggap sebagai pukulan terpenting dalam permainan.
  • Topspin: jenis putaran yang dilakukan pada hampir semua pukulan agresif, dengan jumlah putaran yang lebih tinggi yang digunakan dalam pukulan lingkaran.
  • Putar samping: jenis putaran yang paling efektif dalam servis. Bola berputar seperti LP.
  • Matikan: Melakukan menghancurkan dengan cepat setelah bola memantul, biasanya mengenai net.

Itulah penjelasan tentang tenis meja, mulai dari sejarahnya, aturan mainnya, hingga istilah-istilah pentingnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.