Kisah Horor Tol Cipularang, Sering Terjadi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa

Jalan Tol Cipularang sering dianggap horor oleh masyarakat Indonesia. Beberapa kali pernah terjadi kecelakaan fatal yang merenggut nyawa manusia.

Meskipun fasilitas dan keamanannya sudah ditingkatkan, jalan yang dibangun melewati Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang ini tetap dianggap rawan kecelakaan.

Aktivitas warganet di media sosial turut meningkatkan popularitas Jalan Tol Cipularang dengan segala reputasinya, mulai dari kasus kecelakaan sampai kisah penumpang gaib.

Baca juga: 4 Fakta Rumah Makan Padang, Terkenal di Seluruh Penjuru Indonesia

Dibangun dalam dua tahap dan memiliki kontur jalan yang naik turun

(foto: bizlaw)

Barangkali kamu sudah tahu bahwa Cipularang adalah singkatan dari Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang. Pembangunannya dilaksanakan dua tahap.

Untuk tahap pertama diresmikan pada bulan Agustus dan bulan September 2003, sedangkan untuk tahap kedua diresmikan pada bulan April 2005. Pada tahap pertama, tol Cipularang mencapai panjang 17,5 km.

Pembangunan tahap kedua mencapai panjang 41 km. Dilihat dari kondisi alamnya, jalan tol ini membelah pegunungan yang ada di tiga wilayah Cikampek, Purwakarta, dan Padalarang.

Kontur jalannya naik turun, sehingga perlu selalu berhati-hati.

Menjadi pilihan penduduk, karena waktu tempuh Bandung-Jakarta lebih singkat

 Tol Cipularang Horor, Sering Terjadi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa

(foto: cnn)

Sejak beroperasi secara resmi, Jalan Tol Cipularang menjadi pilihan untuk penduduk Jakarta ketika akan pergi ke kota Bandung.

Begitu juga sebaliknya, untuk orang-orang yang tinggal di Bandung akan memilih lewat jalan tol ini. Bukan tanpa alasan, waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung yang tadinya mencapai tujuh jam menjadi sekitar 1,5-2 jam saja.

Sepanjang jalan akan dijumpai enam gerbang tol, yaitu; Kalihurip, Dawuan, Sadang, Cikamuning, Jatiluhur, dan Padalarang.

Juga terdapat lima jembatan di sepanjang jalan, yaitu; Ciujung, Cisomang, Cikubang, Cipada, dan Cimeta.

Pengendara dari Jakarta banyak menemui jalan yang menanjak, sedangkan pengendara dari Bandung dan sekitarnya akan lebih banyak menemui jalan menurun.

Baca juga: Apa Itu Sugar Daddy, Fenomena Kencan Pria Kaya dengan Pasangan Belia

Beberapa kali terjadi kecelakaan maut dan cerita horor di sepanjang KM 90-100

 Tol Cipularang Horor, Sering Terjadi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa

(foto: detik)

Di sepanjang jalan, ada beberapa titik yang dianggap angker dan rawan terjadi kecelakaan. Yang paling terkenal sebagai jalur yang patut diwaspadai adalah KM 90-100.

Cerita turun temurun tentang munculnya penampakan makhluk asing di malam hari juga terjadi di titik ini. Peristiwa horor dan kejadian yang di luar akal sehat memang tidak mudah dibuktikan.

Tapi, untuk kecelakaannya memang sudah banyak terjadi dan sebaiknya menjadi pengingat bagi setiap pengendara.

Salah satu berita kecelakaan maut paling menghebohkan adalah yang terjadi pada tahun 2011 yang merenggut nyawa Virginia Anggraeni, istri artis Saipul Jamil.

Peristiwa naas saat itu terjadi pada KM 96 setelah berangkat dari Bandung.

Berada di kawasan petilasan Gunung Hejo yang dianggap keramat

 Tol Cipularang Horor, Sering Terjadi Kecelakaan yang Merenggut Nyawa

(foto: tempo)

Bukan hanya jalan raya yang sibuk dengan lalu lintas, Jalan Tol Cipularang dianggap horor karena terdapat petilasan yang dianggap angker dan dikeramatkan. Penduduk setempat mengenalnya sebagai petilasan Gunung Hejo.

Lokasinya terletak di KM 96.2, yakni di sebelah kiri dari tol Bandung ke Jakarta. Perjalanan menuju Gunung Hejo bisa ditempuh dengan anak tangga yang terdapat di samping tol.

Bentuk dari petilasan adalah seperti makam batu berbungkus kain dengan warna putih.

Konon pada zaman dahulu Prabu Siliwangi pernah bertapa di batu tersebut. Sejak belum dibangun jalan Tol Cipularang, petilasan Gunung Hejo memang sudah ramai peziarah.

Tidak hanya dari Bandung dan sekitarnya, tapi juga dari beberapa wilayah Jakarta bahkan Jawa Tengah.

Kabar yang banyak beredar adalah dahulu kontraktor yang membangun jalan tol berniat menembus Gunung Hejo.

Tapi upayanya tidak berhasil karena Gunung Hejo tidak bisa ditembus alat berat. Kemudian jalan tol pun dibuat melingkar.