Tujuan APEC dan Manfaatnya Bagi Indonesia

Secara umum, tujuan APEC adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di kawasan Asia-Pasifik.

Perlu diketahui bahwa setiap negara memiliki tingkat ekonomi berbeda. Ada beberapa negara yang bergabung dalam suatu organisasi untuk memperkokoh perekonomian, sebut saja APEC.

Lantas, apa sebenarnya APEC? Bagaimana sejarah dan tujuan dibentuknya organisasi tersebut? Dan apa saja manfaat bagi bangsa Indonesia? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Apa Makna KMB Bagi Bangsa Indonesia?

Apa itu APEC

APEC singkatan dari Asia Pacific Economic Cooperation atau jika dirubah ke dalam bahasa Indonesia menjadi kerjasama ekonomi se-Asia-Pasifik.

Namun, secara rinci APEC adalah organisasi yang dibentuk untuk memperkukuh perekonomian di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Organisasi ini didirikan pada tahun 1989 di Australia. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat di wilayah Asia-Pasifik melalui perdagangan yang bebas dan terbuka.

Terdapat dua puluh satu negara anggota dari organisasi ini, diantaranya Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, Tiongkok, Republik Tiongkok, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua Nugini, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Setiap pertemuan, lokasinya akan dirotasi berdasarkan negara anggota. Uniknya, para perwakilan negara yang hadir harus mengenakan kostum pakaian tradisional negara tuan rumah, dan itu sudah menjadi tradisi yang wajib diikuti.

Sejarah berdirinya APEC

Awal mula berdirinya APEC adalah adanya keinginan membangun kerjasama ekonomi yang efektif di kawasan Asia-Pasifik. Keinginan tersebut diusulkan oleh perdana menteri Australia, Bob Hawke pada bulan Januari 1989.

Kemudian, dilakukanlah pertemuan yang dihadiri oleh 12 menteri dari berbagai negara, yang diketuai oleh menteri luar negeri Australia, Gareth Evans di ibukota Australia, yakni Canberra.

Setelah pertemuan tersebut, dibentuklah komitmen untuk mengadakan pertemuan selanjutnya yang akan dilakukan setiap tahun. Pertemuan tahun mendatang akan dilaksanakan di Singapura dan Korea Selatan.

Awalnya, perhimpunan negara Asia Tenggara (ASEAN) menolak untuk memasukkan negara di luar Asia, seperti Amerika, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Mereka mengusulkan untuk membentuk sebuah organisasi lain yakni kaukus Asia Timur dengan tidak memasukkan keempat negara tersebut.

Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah dan ditentang oleh negara-negara di kawasan Amerika. Tidak hanya itu, Jepang dan Amerika Serikat juga memberikan kritik pedas terhadap mereka.

1. Pertemuan pertama APEC

Pada tahun 1993, diadakan pertemuan pertama pemimpin APEC. Presiden Amerika Serikat Bill Clinton berdiskusi dengan Perdana Menteri Australia Paul Keating untuk mengundang kepala pemerintahan dari negara-negara anggota hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan di Pulau Blake.

Pada rapat tersebut, beberapa pemimpin negara mengusulkan untuk mengurangi batasan-batasan perdagangan dan investasi.

Selain itu, juga menyerukan tentang cara menciptakan visi untuk mensejahterakan rakyat di kawasan Asia-Pasifik dengan menjalin kerjasama.

Setelah itu, diputuskanlah untuk mendirikan pusat sekretariat APEC di Singapura yang bertugas untuk mengkoordinasi tugas dan kegiatan dari organisasi tersebut.

2. Pertemuan kedua APEC

Pada tahun 1994, diadakan pertemuan selanjutnya yang diadakan di Kota Bogor, Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin APEC melahirkan sebuah deklarasi yakni Bogor Goals.

Deklarasi tersebut bertujuan untuk mendorong perdagangan dan investasi secara terbuka di wilayah Asia-Pasifik, yang dibagi menjadi dua bagian yaitu ekonomi industri pada tahun 2010, dan ekonomi berkembang pada tahun 2020.

Kemudian, APEC membangun badan penasihat bisnis pada tahun 1995, yang diberi nama APEC Business Advisory Council (ABAC).

Badan bisinis tersebut terdiri dari tiga eksekutif bisnis dari masing-masing negara anggota.

3. Kerja sama antara APEC dan organisasi internasional

APEC menjalin kerja sama pertama dengan organisasi internasional lainnya pada April 2001. Kerja sama tersebut dilakukan dengan lima organisasi internasional lainnya, diantaranya Eurostat, IEA, OLADE, OPEC dan UNSD.

Tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk merilis Latihan Data Gabungan Minyak (Joint Oil Data Exercise), yang kemudian dirubah menjadi Joint Organization Data Initiative (JODI) pada tahun 2005.

Baca juga: 8 Contoh Konflik Antar Agama yang Terjadi di Indonesia dan Dunia

Lokasi pertemuan APEC

Pertemuan APEC diselenggarakan secara bergantian di masing-masing negara anggota setiap tahunnya. Pada pertemuan pertama pada tahun 1989, diselenggarakan di Canberra, Australia.

Kemudian, pertemuan selanjutnya diselenggarakan di Bogor, Indonesia dengan dilahirkannya Deklarasi Bogor atau Bogor Goals yang bertujuan untuk menurunkan biaya bea cuka hingga nol di wilayah Asia-Pasifik untuk negara maju dan berkembang.

Kemudian, untuk pertemuan APEC yang diselenggarakan pada tahun 1997, bertempat di Vancouver, Canada.

Dalam pertemuan ini, timbullah kontroversi yang disebabkan oleh kepolisian Indonesia membubarkan aksi demo dengan cara menyemprotkan bubuk merica ketika menolak kedatangan Suharto saat menjabat sebagai presiden Indonesia.

Dan yang terakhir adalah, Chili menjadi negara Amerika Selatan pertama yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pertemuan APEC selanjutnya pada tahun 2004.

Negara yang ingin bergabung dengan APEC

Terdapat 22 negara anggota yang bergabung dalam APEC. Namun, ada beberapa negara yang juga ingin bergabung, bahkan sudah mengajukan diri secara langsung.

Beberapa negara tersebut diantaranya adalah India, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Makau, Mongolia, Laos, Kamboja, Kosta Rika, Kolombia, Panama, dan Ekuador.

India telah mengajukan diri menjadi anggota APEC dan telah mendapatkan dukungan dari Jepang, Amerika Serikat, Papua Nugini, dan Australia.

Namun, anggota lainnya menolak dengan alasan bahwa India tidak berbatasan dengan Samudera Pasifik, seperti negara anggota lainnya. Akan tetapi, pada November 2011 negara ini diundang menjadi pengamat untuk pertama kalinya.

Sementara itu, pada tahun 1995 Kolombia juga mengajukan diri untuk menjadi anggota. Namun, sayangnya APEC sudah tidak menerima anggota lagi sejak tahun 1993 hingga 1996.

Tujuan APEC 

Secara khusus, APEC memiliki tujuan yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjalin perdagangan bebas antar negara di kawasan Asia-Pasifik, serta untuk mensejahterakan rakyatnya.

Dengan adanya tujuan ini diharapkan kapasitas ekonomi anggota dapat berkembang.

Sementara, secara umum APEC memiliki tujuan yakni memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka, memberikan fokus lebih terhadap kerja sama khususnya di bidang ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di kawasan Asia-Pasifik.

Manfaat APEC bagi Indonesia 

APEC memiliki peran penting bagi Indonesia, yakni sebagai komunitas pengembangan kebijakan seperti forum bertukar pengalaman, pengembangan kapasitas melalui proyek, serta mengamankan posisinya dalam hubungan ekonomi internasional yang bersifat bebas dan terbuka.

Adapun manfaat lainnya bagi Indonesia, diantaranya bisa dijadikan sebagai sarana untuk melihat apakah produk Indonesia memiliki kesempatan untuk diekspor ke pasar Asia-Pasifik.

Hasilnya, terjadi kenaikan secara signifikan pada perdagangan Indonesia tahun 2013.

Selain itu, juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk menaikkan investasi. Perlu diketahui bahwa terjadi kenaikan investasi pada tahun 2012 sebesar US$ 245,200.5.

Manfaat yang terakhir adalah sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Caranya, dengan melaksanakam proyek-proyek pelatihan teknis dan capacity building.

Itulah penjelasan lengkap mengenai APEC yang meliputi pengertian, sejarah berdirinya, lokasi pertemuan, negara yang ingin bergabung, tujuan, serta manfaatnya bagi Indonesia.

Sangat penting bagi kamu untuk mengetahui APEC secara jelas dan rinci agar lebih paham tentang bagaimana perkembangan dan kemajuan ekonomi Indonesia, khususnya di wilayah Asia-Pasifik.