Uniknya Kyz Kuu, Tradisi Cari Jodoh dengan Menunggang Kuda

Setiap suku bangsa memiliki keunikannya masing-masing dalam menjalani kehidupannya. Contohnya adalah Suku Kyrgyz yang ada di negara Kirgistan.

Selain dikenal dengan gaya hidup nomaden dan para pemburu yang tangguh, masyarakat Kyrgyz juga memiliki tradisi unik yang bernama kyz kuu. Dalam bahasa Kyrgyz, kyz kuu artinya ‘gadis yang mengejar’.

Kyz kuu juga dikenal dengan kyz kumay. Sebagai bagian dari olahraga tradisional, kyz kuu menggabungkan antara kegiatan berkuda dan romansa antara pria dan wanita.

Kuda sudah menjadi semacam identitas bagi Suku Kyrgyz. Selain untuk berpindah tempat tinggal, menunggang kuda juga jadi cara unik untuk cari jodoh.

Baca juga: Penjara Sark, Penjara Terkecil di Dunia yang Hanya Punya 2 Sel

Terinspirasi dari kebiasaan masyarakatnya yang hidup berpindah-pindah

(foto: silkroadexplore)

Inspirasi awal sehingga tradisi kyz kuu dilaksanakan adalah karena kehidupan suku Kyrgyz yang hidup nomaden. Untuk beraktivitas sehari-hari, seperti berburu, bepergian, mencari makanan, berdagang, dan lain-lain selalu melibatkan kuda.

Sejak zaman prasejarah, orang-orang Kyrgyz memang sudah hidup secara nomaden. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain bersama keluarga dengan kereta kuda.

Ketika musim panas, wilayah lembah suhunya begitu tinggi, jadi mereka berpindah ke wilayah pegunungan yang suhunya lebih sejuk. Sebaliknya, saat memasuki musim dingin, agar  lebih nyaman mereka pun kembali ke area lembah.

Selain Kirgistan, masyarakat yang terbiasa dengan gaya hidup berpindah-pindah itu dapat kita temui di Kazakhstan, di hamparan hutan Afganistan, di puncak gunung Uzbekistan, dan beberapa daerah lain di Asia Tengah.

Kuda sudah menjadi semacam identitas di masyarakat

Uniknya Tradisi Kyz Kuu, Cari Jodoh Ala Suku Kyrgyz dengan Menunggang Kuda

(foto: kyrgyztantravel)

Suku Kyrgyz mempunyai tradisi menunggang kuda dan juga berburu dengan elang. Tradisinya masih terjaga sampai saat ini.

Tidak heran kalau anak-anak Kyrgyz yang laki-laki sudah akrab dengan elang sejak kecil. Bahkan anak-anak tidak takut walau tubuh elang lebih besar jauh melebihi tubuhnya.

Khusus untuk berkuda, umumnya orang dewasa yang melakukannya. Tidak seperti berburu dengan elang, menunggang kuda ternyata tidak hanya dijalani oleh pria saja, tetapi juga kaum wanita. Wajar kalau kemampuan pacuan kuda di masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri.

Olah raga kyz kuu kemudian bisa menjadi cara unik promosi budaya sekaligus jadi ajang mencari jodoh bagi penduduknya yang masih lajang.

Baca juga: Fabian Gottlieb, Penjelajah Pertama Asal Rusia yang Berhasil Menjelajahi Kutub Selatan

Penunggang kuda wanita dipersilakan memulai lebih awal

Uniknya Tradisi Kyz Kuu, Cari Jodoh Ala Suku Kyrgyz dengan Menunggang Kuda

(foto: brussels-express)

Aturan dalam kyz kuu sederhana saja. Sebelum memulai, penunggang pria akan bersiap di garis start bersama kudanya masing-masing.

Penunggang kuda wanita yang jadi lawan pun berada di atas kudanya sambil bersiap-siap. Tidak sejajar di samping penunggang pria, tapi agak ke belakang dengan jarak tertentu.

Meski posisinya tidak sejajar, wanita diberi waktu untuk memulai hingga 10 detik lebih awal agar bisa menyusul lawan.

Saat ia dapat menyamai posisi pria yang jadi lawannya, setelah itu mereka berlomba adu cepat mencapai ke garis finish.

Kyz kuu memberi kesempatan pria untuk mendapatkan sosok wanita incarannya

Uniknya  Tradisi Cari Jodoh dengan Menunggang Kuda ala Masyarakat Kirgistan

(foto: pinterest)

Tujuan permainan unik ini adalah memberi kesempatan untuk pria yang ingin mendapatkan sosok wanita yang jadi incarannya.

Dalam pacuan kuda tradisional ini, jika pihak wanita yang menang, maka wanitanya akan memberi cambukan sebagai tanda kemenangan.

Sebaliknya, apabila balap kuda dimenangkan oleh pria, maka si prianya boleh mencium wanita yang jadi lawannya.

Terlepas dari si wanita bersedia atau tidak, yang jelas selama bertanding, keduanya berlomba-lomba jadi yang tercepat menuju garis finish.