Wisata Coban Rondo, Air Terjun dan Kisah Legenda di Baliknya

Wisata Coban Rondo sepertinya sudah sangat terkenal bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Malang dan sekitarnya.

Air terjun dengan suasana alam yang sejuk dan pemandangan indah pastinya menenangkan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Apalagi akses ke sana juga tidak begitu sulit jika ditempuh dari kota Malang.

Di balik keindahannya, ternyata ada kisah legenda yang cukup menyedihkan. Cerita legenda apa yang ada di balik nama tempat wisata Coban Rondo?

Baca juga: Raden Saleh, Pelukis Legendaris Indonesia yang Dikagumi Bangsa Eropa

Ceritanya Coban Rondo bermula dari sosok pengantin baru yang yang ingin pergi ke Gunung Anjasmoro

(foto: ikutilangkahkaki)

Pada zaman dulu hiduplah pasangan pengantin baru. Seorang mempelai wanitanya memiliki nama Dewi Anjarwati asal Gunung Kawi. Sedangkan mempelai prianya bernama Raden Baron Kusuma asal Gunung Anjasmoro.

Ketika usia pernikahan keduanya memasuki umur selapan atau 36 hari, Dewi Anjarwati mengajak sang suami untuk mengunjungi daerah Gunung Anjasmoro yang tidak lain adalah daerah asal sang suami.

Tapi orangtua Dewi Anjarwati ternyata tidak memperbolehkan keduanya untuk pergi ke gunung mengingat usia pernikahan baru sebentar.

Tapi keduanya ternyata bersikeras untuk tetap pergi dengan segala risiko yang terjadi dalam perjalanan.

Keberangkatan Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusuma juga diiringi empat pengawal mereka yang setia.

Tidak lupa bahwa Dewi Anjarwati membawa buah tangan untuk dipersembahkan pada orangtua Raden Baron Kusuma.

Dewi Anjarwati haus dan memohon pada sang suami agar mencari air minum

Wisata Coban Rondo, Air Terjun dan Kisah Legenda di Baliknya

(foto: shutterstock)

Siang hari saat keduanya dalam perjalanan, tiba-tiba Dewi Anjarwati haus dan memohon pada suaminya agar mencari air yang bisa diminum. Bersama salah satu pengawalnya, Raden Baron Kusuma pun berangkat untuk mencari air minum.

Tiga pengawal lainnya masih menunggu bersama Dewi Anjarwati. Tidak lama berselang, Raden Baron Kusuma pun menemukan sebuah sungai kecil.

Airnya terlihat jernih dan Raden Baron Kusuma penasaran mencari di mana mata airnya.

Kemudian terdengarlah suara air gemericik yang semakin kencang. Tidak disangka-sangka ternyata suaranya berasal dari coban atau air terjun yang sangat tinggi.

Raden Baron Kusuma sempat mandi di bawah air terjun dan bersiap kembali sambil membawa air yang diminta istrinya yang kehausan.

Baca juga: Tashirojima Island, Pulau yang Populasi Kucingnya Lebih dari Manusia

Dewi Anjarwati menjadi janda setelah ditinggal oleh suaminya setelah pertarungan

Wisata Coban Rondo, Air Terjun dan Kisah Legenda di Baliknya

(foto: pinterest)

Saat Raden Baron Kusuma datang, ia terkejut dengan adanya sosok Joko Lelono yang konon tidak jelas dari mana asalnya.

Ternyata Joko Lelono menyukai Dewi Anjarwati yang cantik. Bahkan Joko Lelono berusaha merebut dari Raden Baron Kusuma.

Alhasil terjadilah pertengkaran antara Raden Baron Kusuma dan Joko Lelono. Para pengawal yang menyertai sejak awal ingin menyelamatkan Dewi Anjarwati sesuai pesan Raden Baron Kusuma.

Dewi Anjarwati segera diajak sembunyi di sebuah tempat yang ada air terjunnya. Pertarungan berdarah di antara Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono berujung naas karena dua-duanya harus meregang nyawa.

Sejak saat itu Dewi Anjarwati pun menjadi seorang janda. Janda dalm bahasa Jawa disebut rondo.

Itulah asal usul nama tempat wisata Coban Rondo yang terkait dengan cerita legenda, tepatnya tempat sembunyi Dewi Anjarwati yang ditinggal pasangannya.

Sampai sekarang wisata Coban Rondo masih salah satu favorit masyarakat

Air Terjun dan Kisah Legenda di Baliknya

(foto: wisatabagus)

Dikisahkan bahwa batu besar yang ada di bawah air terjun adalah tempat yang diduduki Dewi Anjarwati yang meratapi nasib.

Tentu saja hal tersebut adalah bagian dari cerita legenda turun temurun yang memperkaya cerita dari wisata Coban Rondo.

Sekarang, air terjun Coban Rondo di Pujon, Malang masih sering dikunjungi oleh masyarakat. Para wisatawan banyak yang menikmati suasananya. Akses menuju air terjun tidak terlalu sulit.

Dari bagian loket, pengunjungnya tinggal memacu kendaraan sejauh 4 km. Ketika sampai di lokasi untuk parkir kendaraan, maka pengunjungnya tinggal berjalan 200 m untuk dapat melihat air terjun yang tingginya 75 m.

Wisata alam dengan keindahan pemandangan dan udara yang bersih adalah kebahagiaan tersendiri bagi pengunjung yang ingin melepas lelah.

Gemericik airnya juga menenangkan. Mungkin Coban Rondo bisa masuk ke daftar kunjunganmu selanjutnya saat ke Jawa Timur.