Jadi Simbol Kesuburan, Beginilah Cerita tentang Dewi Sri dalam Mitologi Jawa

Sejak zaman dulu, Indonesia sudah lama menjadi negara agraris. Tanahnya yang subur dan kondisi iklimnya mendukung untuk mengembangkan pertanian.

Salah satu hasil pertanian yang utama adalah padi. Padi di Indonesia sudah menjadi sumber makanan pokok sejak ribuan tahun sebelum masehi.

Ada beberapa catatan sejarah yang menunjukkan bukti, misalnya  buku Jean Gelman Taylor berjudul Indonesia People and Histories (2003).

Padi di Indonesia juga dihubungkan dengan sebuah cerita legenda Dewi Sri yang melambangkan kesuburan.

Baca juga: Tak Sekedar Kartun, Adegan dalam Serial The Simpsons Ini Diyakini Jadi Kenyataan!

Berawal dari mitos penguasa langit yang memerintahkan pembangunan istana

(foto: theshalabali)

Dewi Sri merupakan sosok dalam mitologi Jawa yang dipercaya sebagai simbol kesuburan, kesejahteraan, atau kemakmuran. Selain di Jawa, Ia juga dipercaya di Bali sebagai dewi pertanian.

Ia juga disebut  Nyai Pohaci Sang Hyang Asri di tanah Sunda. Sebelum ia lahir, sebenarnya ada kisah panjang yang lebih dahulu terjadi.

Ada sosok dewa penguasa kerajaan langit bernama Batara Guru, yang memerintah untuk membangun istana.

Para dewa dikerahkan untuk bergotong royong membangun istana megah di Kahyangan. Ada ancaman bagi siapapun yang tidak taat pada perintahnya.

Ada dewa ular yang menangis dan air matanya berubah menjadi butiran telur

Jadi Simbol Kesuburan, Beginilah Cerita tentang Dewi Sri dalam Mitologi Jawa

(foto: indoartnow)

Antaboga, sang dewa ular merasa khawatir dengan hukuman yang mungkin dibuat Batara Guru. Bentuk tubuhnya sebagai ular tidak memiliki kaki atau tangan, berbeda dengan dewa-dewa lain.

Antaboga yang tidak bisa ikut membangun istana, tapi takut dihukum pun meminta petuah pada  Batara Narada, kerabat dari Batara Guru. Ternyata Batara Narada tidak bisa memberi solusi terbaik.

Antaboga pun menangis karena membayangkan nasib yang akan menimpanya. Ada sesuatu yang mengejutkan bahwa ternyata air matanya yang menetes berubah jadi butiran telur.

Karena terlihat ajaib dan indah, Antaboga segera memperlihatkan pada Batara Narada. Kemudian Batara Narada menyuruh supaya telur-telur dipersembahkan kepada Batara Guru.

Hal itu dianggap sebagai wujud permintaan maaf akibat tidak ikut dalam pembangunan istana. Tidak lama kemudian, Antaboga pergi untuk bertemu Batara Guru.

Butiran telur menetas menjadi sosok bayi yang diberi nama Dewi Sri

Jadi Simbol Kesuburan, Beginilah Cerita tentang Dewi Sri dalam Mitologi Jawa

(foto: pitoyo)

Di dalam perjalanan, Antaboga disapa oleh seekor burung gagak. Tapi karena masih ada tiga butir telur dalam mulut, sapaan dari burung gagak tidak bisa dijawab oleh Antaboga.

Melihat Antaboga yang terlihat sombong karena tidak menjawab sapaan, burung gagak menyerang sampai kedua butir telur jatuh dan pecah.

Tinggal satu telur yang tersisa, dan Antaboga memilih untuk cepat-cepat menemui Batara Guru supaya terhindar dari hukuman.

Batara Guru menerima permohonan maaf Antaboga dan memerintahkannya mengerami telurnya agar menetas.

Seiring berjalannya waktu, telur pun secara ajaib menetas menjadi bayi cantik yang diberi nama Dewi Sri.

Tumbuh jadi sosok yang menyenangkan, Batara Guru menjadikan Dewi Sri anak angkat.

Tak disangka, ternyata Batara Guru justru memiliki perasaan pada Dewi Sri dan hendak mempersunting.

Baca juga: Misteri Ouija, Papan Permainan yang Dipercaya Bisa Memanggil Makhluk Halus

Dewi Sri meninggal dan dari makamnya tumbuh tanaman padi

Jadi Simbol Kesuburan, Beginilah Cerita tentang Dewi Sri dalam Mitologi Jawa

(foto: art-ranked)

Dewa-dewa Khayangan tidak membiarkan Batara Guru melanjutkan niatnya pada Dewi Sri. Tanpa sepengetahuan Batara Guru, Dewi Sri diracun melalui air minumnya.

Setelah meninggal, jasadnya dibawa ke bumi untuk dikubur. Konon, makamnya ditumbuhi tanaman padi yang kemudian jadi sumber bahan makanan pokok yang bermanfaat untuk manusia.

Dewi Sri yang dianggap suci juga mendapat penghormatan di kalangan masyarakat, khususnya di Jawa. Sebagai makhluk mitologi, ia dihormati sebagai berkah tersendiri untuk padi yang dipanen.

Untuk menghormatinya, masyarakat menggelar upacara tradisional setelah panen

Jadi Simbol Kesuburan, Beginilah Cerita tentang Dewi Sri dalam Mitologi Jawa

(foto: pinterest)

Banyak golongan masyarakat tradisional yang umumnya tinggal di desa dan masih mempertahankan tradisi menghormati Dewi Sri.

Tradisinya adalah semacam pesta panen yang menyediakan bermacam-macam sesajian mulai dari makanan sampai bunga tujuh rupa.

Makanan yang disajikan ada beberapa, misalnya nasi liwet, bubur beras, bubur bekatul, sayur menir, dan ikan bakar. Tepat prosesi upacara adalah pematang sawah.

Selama upacara, banyak masyarakat, orang dewasa, dan anak-anak yang berkumpul untuk mendapat bagian dari sesajian.