Sejarah Piala Oscar, Penghargaan Bergengsi di Dunia Perfilman

Oscar merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi bagi para pelaku industri film di dunia. Acara tahunan ini memberikan penghargaan dalam banyak kategori, dari aktor terbaik hingga penulis naskah terbaik.

Dari tahun ke tahun, peraih penghargaan didominasi oleh Hollywood. Tapi, 2020 memiliki sesuatu yang mengejutkan tentang filmnya Parasit dari Korea Selatan yang sukses meraih empat gelar sekaligus.

Parasit Sebagai film Asia, film ini telah membuat sejarah gemilang yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dari tahun ke tahun, Oscar telah menjadi simbol pencapaian penting dalam dunia perfilman.

Baca juga: Taekwondo: Sejarah, Teknik Dasar, Aturan Permainan, dan Istilah Penting

Berawal dari upaya penyelesaian perselisihan antar pekerja film di Hollywood

(foto: historyextra)

Sesuatu yang menjadi awal dari sejarah Oscar adalah berdirinya organisasi AMPAS (Akademi Seni dan Sains Gambar Bergerak) pada 11 Mei 1927.

Organisasi AMPAS adalah inisiatif dari Louis Burt Mayer, pemilik MGM (Metro Goldwyn Mayer). MGM sendiri adalah rumah produksi yang terkenal.

AMPAS dibuat sebagai wadah untuk menyelesaikan berbagai sengketa aktor film Hollywood.

Setahun kemudian, Mayer juga menawarkan ide untuk mengapresiasi aktor film. Dalam biografi Singa Hollywood: Kehidupan dan Legenda Louis B. Mayer, Mayer mengungkapkan pendapatnya.

Bahwa cara terbaik untuk memperlakukan pekerja film adalah dengan memberi mereka piala. Dengan demikian, pekerja film akan lebih kompetitif.

Telah mengubah kebijakan mengenai pengumuman nama pemenang

Sejarah Oscar, Penghargaan Bergengsi di Dunia Film

(foto: pemakan)

Pemegang kunci AMPAS kemudian memutuskan penganugerahan piala Academy Award untuk 17 kategori. 17 kategori merupakan perwakilan dari 17 cabang AMPAS.

Tetapi baru pada tahun 1929 Academy Awards diadakan untuk pertama kalinya di Hollywood Roosevelt Hotel.

Pemenang ditentukan oleh pemungutan suara oleh anggota AMPAS. Daftar pemenang telah dikirimkan ke banyak media cetak dan radio dalam waktu tiga bulan sebelum upacara penghargaan.

Namun kebijakan tersebut berubah setelah tahun 1930. Nama pemenang hanya diketahui oleh media beberapa jam sebelum upacara penghargaan.

Karena kebijakan tersebut rawan bocor, AMPAS mengubah kebijakan yang masih berlaku hingga saat ini.

Nama-nama pemenang ditulis pada selembar kertas di dalam amplop. Amplop baru saja dibuka di atas panggung saat upacara penghargaan.

Baca juga: Biliar: Sejarah, Ukuran Meja, Aturan Permainan dan Syarat Penting

Desain Oscar berlapis emas 24 karat dibuat secara tidak sengaja

Sejarah Oscar, Penghargaan Bergengsi di Dunia Film

(foto: variasi)

Meski Oscar sudah terkenal di dunia, tidak banyak yang tahu bahwa nama resminya adalah Academy Award.

Lambang Academy Award adalah piala yang dilapisi emas 24 karat dengan berat 3,8 kg dan tinggi 34,3 cm.

Bentuk piala dengan gaya Art Deco adalah sosok ksatria yang berdiri di atas gulungan film dan memegang pedang.

Trofi ini dirancang oleh Cedric Gibbons, pembuat film Hollywood terkenal pada masanya. Konon, desain tersebut dibuat secara tidak sengaja saat Cedric Gibbons sedang bosan di tengah rapat.

Trofi tersebut bernama Penghargaan Akademi Merit. Tapi sejak tahun 1939, namanya berubah menjadi Oscar. Ada tiga orang yang mengaku sebagai orang pertama yang memperkenalkan nama itu Oscar.

Bentuk tropi yang awalnya dianggap aneh, kini menjadi simbol pencapaian besar

Sejarah Oscar, Penghargaan Bergengsi di Dunia Film

(kredit foto: abc7chicago)

Yang pertama mengklaim nama itu adalah Bette Davis, seorang aktris yang menang pada tahun 1936 setelah membintangi film tersebut Berbahaya (1935).

Dikatakan bahwa Bette Davis memanggilnya Oscar karena bentuk ksatria di piala itu mengingatkannya pada suaminya, Harmon Oscar Nelson.

Klaim kedua dari pustakawan AMPAS, Margaret Herrick. Herrick menyebut nama Oscar saat melihat bentuk patung emas untuk pertama kalinya pada tahun 1931.

Oscar yang dimaksud adalah sepupunya Oscar Pierce yang sering dijuluki ‘Paman Oscar’.

Klaim ketiga adalah klaim kolumnis Sidney Skolsky yang menulis artikel tentang Harian New York pada tahun 1934. Skolsky sempat menyematkan nama Oscar dengan gaya menggoda untuk trofi tersebut, yang saat itu dianggap aneh.

Skolsky tidak mengklaimnya secara legal, kecuali hanya untuk membuat pialanya lebih humanistik dan tidak terlalu formal.

Pada tahun-tahun berikutnya, ketika mereka membicarakan Academy Award, semua orang di Hollywood langsung teringat kata Oscar.

Tandanya adalah bahwa nama itu dikenal dan diterima secara luas. Lebih dari gengsi karena prestasi besar, bahkan dianggap nilai magis.