Catacombs, Pemakaman Bawah Tanah yang Unik Tapi Mengerikan

Kota Paris terkenal di dunia karena keindahannya, beragam menu makanannya yang unik, dan suasananya yang terbilang romantis.

Di balik gemerlap kota Paris, ternyata ada tempat mengerikan di bawah tanah.

Kompleks pemakaman bawah tanah Catacombs yang unik kemungkinan akan menguji keberanian mereka yang mengunjunginya.

Baca juga: Kisah Aron Ralston, 127 Jam Bertahan Meski Terjepit Batu Besar

Katakombe dibangun pada abad ke-18 karena lahan pemakaman di kota sudah penuh

(foto: flickr)

Pembangunan Catacombs sudah dilakukan sejak abad ke-18 karena kondisi kepadatan kota Paris. Pada saat itu pemakaman umum di kota sudah penuh.

Terakhir ada penggalian makam kuno untuk dipindahkan ke bawah tanah.

Tulang-tulang yang bisa digali kemudian tertata rapi di saluran air yang digali dari tambang. Ada lebih dari 6 juta tengkorak yang dapat ditemukan di Katakombe.

Jutaan tengkorak yang terlihat di dinding dulunya merupakan koleksi kepala orang Paris sebelum abad ke-18.

Meski sekilas terlihat menakutkan, namun justru itulah yang menarik perhatian orang.

Mulai tahun 1874 hingga sekarang, The Catacombs dibuka untuk wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Terlihat seperti sebuah karya seni yang pada masa lalu hanya ditumpuk

Katakombe, Pemakaman Bawah Tanah Unik Tapi Mengerikan di Balik Keindahan Paris

(foto: flickr)

Di masa lalu, terowongan Catacombs menyimpan sumber batuan sedimen yang melimpah yang digunakan sebagai bahan bangunan di daerah perkotaan.

Sebagai bekas ekskavasi, tempat ini secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan Kota Paris.

Kini pemerintah Paris juga melarang pendirian bangunan di kawasan ini. Selain lokasinya yang berada di bawah jalan kota, bangunan dan alat berat dapat menimbulkan risiko mengguncang langit-langit Catacombs.

Ternyata suasana seperti sekarang ini berawal dari inisiatif seorang inspektur pertambangan bernama Louis Etienne Hericart de Thury yang menyulap interiornya menjadi rapi dan terlihat seperti sebuah karya seni.

Di masa lalu, tulang-tulang yang dikeluarkan dari kuburan hanya ditumpuk.

Tentu sangat melelahkan menatanya sedemikian rupa, apalagi saat itu penerangan masih bersumber dari obor atau lilin.

Baca Juga: Muda dan Kaya, Oei Tambah Sia Jadi Playboy Batavia dan Tragis Nasib

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasuki Katakombe

Katakombe, Pemakaman Bawah Tanah Unik Tapi Mengerikan di Balik Keindahan Paris

(foto: atlas gelap)

Saat memasuki area Catacombs, Anda tidak langsung melihat deretan tulang belulang, melainkan ada lorong sempit, ratusan anak tangga sedalam 20 m dari permukaan tanah.

Setelah sekitar 10 menit berjalan, mereka melihat gerbang yang bertuliskan dalam bahasa Prancis yang artinya ‘Awas! Anda memasuki kerajaan kematian’.

Suasana di dalam cukup mencekam, gelap, dan udaranya lembab meski suhu cenderung stabil di 14 derajat Celcius.

Bayangkan saja, hampir satu jam berada di ruang bawah tanah yang ditutupi dengan langit-langit rendah dan dikelilingi oleh ribuan tulang manusia.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasuki kawasan ini. Bagi yang memiliki penyakit pernapasan, gangguan kecemasan, atau fobia ruang sempit, sebaiknya tidak perlu memasukinya.

Meski ternyata ada beberapa yang putus asa dan pingsan, maka di sini juga disediakan tim medis untuk mengevakuasi wisatawan.

Di sepanjang lorong ada pengawasan ketat untuk keselamatan semua wisatawan

    Pemakaman Bawah Tanah Unik Tapi Mengerikan Dibalik Keindahan Paris

(foto: smartertravel)

Katakombe begitu luas, sehingga ada banyak titik yang belum dipetakan. Terowongan ini bercabang dan panjangnya mencapai 2 km.

Tidak semua area boleh dikunjungi pengunjung dengan alasan keamanan. Untuk mendapatkan pengalaman wisata di tempat ini harus ditemani pemandu wisata berpengalaman.

Selama ini banyak yang belum berhasil keluar setelah nekat menelusuri lorong-lorong yang terlihat seperti labirin sendiri.

Untuk mengatasi terjadinya penggeledahan ilegal atau yang biasa disebut katofiliadibentuklah satuan polisi khusus.

Sepanjang aula, wisatawan berada di bawah pengawasan ketat dan dilarang menyentuh tulang di dinding.

Saat berangkat, juga akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas untuk memastikan tidak ada tulang yang dibawa pulang.