King Fahd Complex, Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

Mengunjungi tanah suci Mekah dan Madinah merupakan keinginan seluruh umat Islam di dunia.

Selain untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, ini juga menjadi kesempatan bagi sebagian besar orang untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah maupun tempat-tempat penting umat Islam.

Kota Madinah memiliki keutamaan dan pesona yang tidak kalah dengan Kota Mekah.

Beberapa tempat yang biasanya sering menjadi kunjungan jamaah haji maupun umroh ketika berada di Madinah, di antaranya yaitu Masjid Nabawi, Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Masjid Qiblatayn.

Namun selain tempat-tempat bersejarah itu, ada juga sebuah tempat yang sayang untuk dilewatkan jika sedang berada di Kota Nabi ini.

Alasannya karena di kota inilah Alquran dicetak dengan jumlah produksi terbanyak di dunia.

Dalam Bahasa Arab, tempat ini biasa disebut Majma Malik Fahd Li Thibaah Mushaf Syarif atau King Fahd Complex for Printing the Holy Qur’an.

Baca juga: Suku Korowai, Penduduk Asal Papua dengan Rumah Pohon Tertinggi

Sebagai percetakan Alquran terbesar di dunia, King Fahd Complex sangat istimewa

(foto: albilad)

Alquran merupakan kitab suci agama Islam yang dilafalkan setiap hari oleh kaum Muslim.

Sebelum berbentuk mushaf atau lembaran-lembaran naskah tulis, ayat-ayat Alquran tersebar secara acak dalam pelepah-pelepah kurma dan hafalan-hafalan para sahabat Nabi Muhammad SAW.

Sejarah mengenai bagaimana proses penyusunan Alquran menjadi sebuah kitab dalam bentuk cetak sudah banyak dibahas. Namun informasi tentang bagaimana proses Alquran dicetak, mungkin belum banyak yang tahu.

King Fahd Complex dikatakan sebagai tempat istimewa terlebih bagi umat Islam karena ini merupakan percetakan Alquran paling besar di dunia.

Dibuat dalam 78 macam bahasa untuk disebar ke seluruh dunia

King Fahd Complex, Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

(foto: tripadvisor)

Berlokasi sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi, pabrik percetakan Alquran ini telah berdiri sejak than 1984.

Disebut complex karena tempat ini merupakan sebuah komplek yang tidak hanya berdiri sebagai satu pabrik percetakan.

Selain pabrik, ada juga kantor induk, toko, masjid, rumah sakit, hingga rumah untuk untuk para karyawan yang bekerja di sini.

Jutaan mushaf Alquran yang telah dicetak di King Fahd Complex disebarkan tidak hanya di wilayah Arab Saudi melainkan juga puluhan negara di dunia.

Ada satu hal istimewa lainnya dari ekspor Alquran yang dilakukan percetakan raksasa ini, yaitu terdapat 78 macam bahasa yang dicetak selain Bahasa Arab, termasuk Bahasa Indonesia.

Baca juga: Sejarah Celana Jeans, Dulu Hanya Dipakai Pekerja Tambang

Orang-orang penting yang memastikan kualitas cetakan mushaf

King Fahd Complex, Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

(foto: pinterest)

Jika memikirkan label ‘terbesar di dunia’ yang tersemat pada pabrik percetakan ini, kira-kira seberapa banyak pegawai yang bekerja di sana?

Jawabannya, hampir 2000 orang, di mana kebanyakan merupakan warga asli Arab Saudi.

2000 orang pegawai tersebut tentunya memiliki tugas yang beragam dan juga menarik. 900 orang di antaranya merupakan pengawas dalam proses percetakan mushaf.

Mereka bukanlah orang sembarangan, melainkan para ulama dan penghafal Alquran yang bertanggung jawab meneliti sedetail mungkin mushaf Alquran yang diproduksi.

Jika ditemukan kesalahan tulisan pada cetakan meskipun hanya sedikit, mushaf-mushaf yang tidak lolos quality control itu akan langsung dipisahkan.

Ketentuan waktu dan tata cara berkunjung ke percetakan Alquran King Fahd Complex

King Fahd Complex, Percetakan Alquran Terbesar di Dunia

(foto: pinterest)

Jika ada yang berpikir tempat ini hanyalah tempat percetakan biasa, maka dugaan itu salah besar. Mengunjungi King Fahd Complex bisa menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu baru mengenai hal ini.

Siapa pun diizinkan untuk mengunjungi percetakan Alquran King Fahd Complex. Tempat ini selalu buka kecuali pada hari Kamis dan Jumat.

Untuk waktu kunjungan, dalam satu hari dibatasi mulai dari pukul 08.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Pengunjung juga harus siap antre untuk dapat masuk ke dalam pabrik. Alasannya karena percetakan membatasi jumlah orang yang masuk per satu rombongan, yaitu hanya sekitar 15 sampai 20 orang dengan durasi 15 sampai 20 menit.