Mengenal Sosok Sir Humphry Davy, Ahli Kimia Penemu Gas Tawa

Ledakan di Lebanon masih menyisakan duka mendalam sekaligus rasa penasaran dunia tentang faktor penyebabnya.

22.750 ton amonium nitrat (N2H4NO3) yang meledak itu memang bukan sesuatu yang sepele. Warga dunia terus bertanya-tanya tentang apa itu amonium nitrat.

Sejak peristiwa bencana itu, udara di Beirut dilaporkan tercemar oleh dinitrogen oksida (N2O) yang juga disebut gas tawa. Terbentuknya gas tawa juga tidak lepas dari dampak ledakan amonium nitrat tersebut.

Faktanya, zat kimia ini bukan muncul secara alami, tapi ada sosok ilmuwan di balik penemuan senyawa tersebut.

Baca juga: Perbedaan Majalah, Tabloid, dan Buletin, Masih Jarang Diketahui

Gas tawa ditemukan oleh seorang ahli kimia asal Inggris

(foto: pakarkimia)

Terlepas dari besarnya dampak yang ditimbulkan, belum banyak yang tahu tentang sosok di balik ditemukannya senyawa tersebut. Penemunya ada seorang ahli kimia Inggris yang bernama Sir Humphry Davy yang lahir di Penzance, 17 Desember 1778.

Ia terkenal berkontribusi terhadap penemuan beberapa zat kimia, termasuk N2O yang juga dikenal dengan gas tawa. Salah satu bahan penyusun gas tawa adalah amonium nitrat (N2H4O3).

Ia memang menjadi orang yang pertama kali melakukan eksperimen menciptakan N2O dengan amonium nitrat.

Ia tidak sendiri, tapi dibantu asistennya yang bernama Dr Kinglake. Mula-mula ia memanaskan kristal-kristal amonium nitrat. Setelah amonium nitrat berhasil dipanaskan, maka keluarlah gas N2O.

Sebenarnya senyawa kimia tersebut telah ditemukan pada tahun 1772 oleh ahli kimia dari Inggris lainnya, yaitu Joseph Priestley. Saat itu Priestley menyatakan bahwa N2O adalah gas yang berisiko tinggi dan beracun.

Berisiko tinggi, Davy tidak berhenti bereksperimen

Mengenal Sosok Sir Humphry Davy, Ahli Kimia Penemu Gas Tertawa

(foto: reprodart)

Meski risikonya sangat tinggi, ia tidak berhenti bereksperimen dengan oksida, nitrogen, dan amonia. Ia bahkan juga melakukan beberapa percobaan yang mengancam kesehatannya dalam jangka panjang dan bahkan nyaris merenggut nyawanya.

Pada masa awal penelitian, ia menghirup sebanyak 4 liter zat N20. Pada percobaan pertamanya itu, ia mengalami beberapa efek dari pengaruh gas tersebut.

Gas tersebut membuatnya merasakan euforia karena gas itu memang memabukkan seperti narkoba. Ia juga mengalami halusinasi beberapa waktu.

Untuk dapat menemukan hasil penelitian yang terbukti benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, Ia masih melakukan banyak eksperimen lagi, khususnya pada dirinya sendiri.

Eksperimennya untuk menghirup dinitrogen oksida masih berlanjut, kali ini dalam takaran yang berbeda-beda.

Ia mengakui bahwa eksperimen yang dilakukannya itu dapat membantunya secara lebih rinci menjelaskan pengalaman menghirup dinitrogen oksida.

Sampai akhirnya eksperimennya berhasil, penemuannya menjadikan dirinya dikenal karena berhasil menemukan N2O yang kelak disebut sebagai gas tawa.

Pemanfaatan gas tawa dalam bidang kedokteran adalah satu bukti betapa berjasanya Sir Humphry Davy untuk dunia. Bukan hanya karena penemuannya, tapi juga perannya untuk mendidik ilmuwan lainnya.

Baca juga: 5 Fakta Tanaman Mandrake, Bentuknya Unik Seperti Tubuh Manusia

Ia juga berjasa pada karier Michael Faraday

Mengenal Sosok Sir Humphry Davy, Ahli Kimia Penemu Gas Tertawa

(foto: wikimedia)

Seperti yang banyak dikisahkan, Faraday muda rajin menghadiri ceramah-ceramah ilmiah yang disampaikan oleh ilmuwan Inggris, salah satunya Sir Humphry Davy.

Pesona keilmuannya membuat Faraday yang tidak sekolah tinggi itu nekat mengirimkan surat. Gayung bersambut, ia menerima Faraday menjadi asistennya.

Pada tahun 1821, tidak lama setelah diterima menjadi asistennya, Faraday membuat penemuannya sendiri yang sangat menakjubkan. Penemuan itu adalah cikal bakal motor listrik yang dipakai di seluruh dunia hingga hari ini.

Menjadi asisten beberapa tahun, Faraday menunjukkan kemajuan signifikan. Tentu saja karena didikan Sir Humphry Davy yang berdedikasi hingga akhir hayatnya.

Meninggal di Geneva pada usia 50 tahun

Ahli Kimia Penemu Gas Tertawa

(foto: cornwalls)

Pada tahun 1800, penemuannya ditbitkan di dalam buku yang berjudul ‘Researches, Chemical and Philosophical’. Pada tahun berikutnya, yakni tahun 1801 ia diangkat menjadi profesor kimia di Royal Institution di London, Inggris.

Setiap perkembangan ilmu pengetahuan manusia memang memiliki banyak sisi untuk dipelajari. Seperti diwakili dalam quote Sir Humphry Davy ini.

Tidak ada yang begitu berbahaya untuk kemajuan pikiran manusia daripada menganggap bahwa pandangan kita tentang ilmu pengetahuan yang utama, bahwa tidak ada misteri di alam, yang kemenangan kami adalah lengkap dan bahwa tidak ada dunia baru untuk menaklukkan.”

Ia juga termasuk salah seorang pendiri Zoological Society of London pada tahun 1826. Sejak tahun 1827, kesehatannya mulai menurun. Ia kemudian meninggal di Jenewa, Swiss, pada 29 Mei 1829, di usia 50 tahun.