10 Permainan Tradisional Anak, Ada Bola Bekel & Petak Umpet

Permainan Tradisional Anak – Masa kecil adalah masa yang paling menyenangkan. Sebab, sebagian besar kegiatan yang dilakukan hanya sekedar bermain dan bermain tanpa harus memikirkan masalah atau pemikiran yang serius.

Maka tidak heran jika pada masa lalu anak-anak menciptakan berbagai macam permainan tradisional yang tentunya cukup menyenangkan untuk dimainkan bersama teman-teman.

Apalagi saat sekolah sedang libur, maka seharian penuh akan dihabiskan untuk bermain bersama teman-teman di lapangan, atau di tempat lain.

Jika mengingat kembali masa kecil, pasti ingat beberapa permainan tradisional yang sering dimainkan bahkan menjadi permainan favorit.

Untuk mengingatkan masa kecil Anda, berikut beberapa permainan tradisional anak yang mungkin bisa Anda mainkan setiap hari.

Baca juga: Mengenal Ishaq Al Mausili, Musisi asal Bagdad, Penemu Tangga nada

1. Bola bekel

(foto: istockphoto)

Permainan tradisional pertama untuk anak-anak adalah bola bekel. Bola bekel merupakan permainan tradisional yang sudah ada sejak zaman penjajahan.

Permainan ini bisa dimainkan oleh siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki. Selain seru, cara memainkannya juga sangat mudah.

Yang dibutuhkan dalam permainan bola bekel adalah bola berukuran kecil atau sedang yang dapat memantul dengan baik. Kemudian, sejumlah biji keras digunakan sebagai biji bekel.

Tidak sedikit anak-anak bahkan orang dewasa menyukai permainan ini. Manfaat permainan bola bekel adalah dapat melatih saraf motorik anak.

Selain itu juga dapat melatih konsentrasi karena permainan ini melibatkan kerjasama antara mata dan tangan.

2. Congklak

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

(foto: istockphoto)

Congklak merupakan salah satu permainan tradisional yang disukai oleh sebagian besar anak-anak dan orang dewasa.

Game ini bisa dimainkan di dalam ruangan atau di luar ruangan, sehingga tidak membutuhkan ruang yang cukup besar untuk memainkannya. Selain itu, game ini cukup mudah dimainkan.

Permainan congklak menggunakan papan yang memiliki 14 sampai 16 lubang berukuran sedang, kemudian 2 lubang yang lebih besar terletak di ujung kanan dan kiri.

Untuk biji congklak bisa menggunakan biji atau cangkang kecil berjumlah sekitar 160 biji.

Permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang. Pada awal permainan, semua 16 lubang diisi dengan jumlah biji congklak yang sama.

Namun, dua lubang yang lebih besar tidak perlu diisi karena digunakan sebagai rumah.

Kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi benih di salah satu lubang dan menjalankannya searah jarum jam hingga benih habis.

3. Egrang

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

(foto: instagram)

Egrang merupakan salah satu permainan tradisional yang juga termasuk olahraga tradisional. Namun, itu hanya diperebutkan di daerah-daerah tertentu.

Permainan ini membutuhkan nyali yang kuat. Sebab, dalam memainkannya Anda harus berjalan di atas sebatang bambu berbentuk tongkat yang ukurannya cukup panjang yang diberi pijakan.

Saat memakai tongkat egrang, Anda harus bisa berjalan dengan cara menjaga keseimbangan. Jika tidak, Anda akan jatuh.

Manfaat bermain egrang dapat melatih keseimbangan, keberanian, kesabaran, ketekunan, dan kekuatan fisik.

4. Engklek

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

(foto: instagram)

Engklek adalah permainan tradisional anak-anak yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Konon, permainan ini hanya dimainkan oleh anak-anak Belanda.

Namun, pada saat Indonesia merdeka, engklek masih dimainkan oleh anak-anak pribumi hingga saat ini.

Permainan engklek tradisional hanya membutuhkan bidang datar seperti tanah atau lantai biasa yang kemudian digambar dengan pola kotak-kotak.

Setiap anak pasti memiliki alat lempar yang disebut gaco. Gaco dapat dibuat dari ubin, batu, atau bahan lainnya.

Manfaat dari permainan ini adalah dapat melatih kekuatan dan keseimbangan fisik anak. Sebab, permainan ini dimainkan dengan cara melompat menggunakan satu kaki pada gambar kotak.

5. Gobak sodor

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

(foto: instagram)

Gobak Sodor adalah permainan tradisional yang berasal dari daerah Yogyakarta.

Permainan ini dimainkan oleh dua tim, dimana masing-masing tim memiliki tugas yang berbeda, yaitu satu tim sebagai penghalang, sedangkan yang lainnya sebagai penyerang.

Permainan tradisional gobak sodor ini cukup menyenangkan untuk dimainkan karena dalam satu regu terdapat 3 anak atau lebih, sehingga membuat suasana permainan semakin ramai.

Dalam memainkan game ini dibutuhkan tempat yang luas, sehingga tidak bisa dimainkan di ruangan yang sempit.

Manfaat permainan gobak sodor adalah dapat melatih kekuatan fisik anak, karena permainan ini diisi dengan gerak lari. Selain itu juga dapat melatih konsentrasi dan ketangkasan.

Baca juga: Kisah Sami’un, Nabi yang Menebus Kesalahan dengan Ibadah 1000 Bulan

6. Kelereng

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

foto: istockphoto)

Salah satu permainan tradisional yang masih eksis hingga saat ini adalah kelereng. Permainan ini cukup populer di kalangan anak-anak karena dapat dimainkan dengan berbagai cara.

Kelereng adalah bola-bola kecil yang terbuat dari kaca, biasanya beraneka warna. Keunikan pola kelereng terkadang membuat sebagian orang tertarik untuk mengoleksinya.

Ada berbagai cara untuk bermain kelereng. Namun, yang paling sering dimainkan oleh anak-anak adalah kelereng lingkaran, kelereng kubah, dan kelereng lubang.

Permainan kelereng dapat dimainkan secara berkelompok, bisa satu lawan satu atau satu kelompok melawan yang lain.

Keseruan dari permainan ini adalah ketika kita menang, kita bisa mengambil semua kelereng yang dipertaruhkan oleh lawan.

7. Ketapel

10 Jenis permainan tradisional anak yang asyik dan menyenangkan.

(foto: istockphoto:

Ketapel merupakan salah satu permainan tradisional anak yang banyak dimainkan oleh anak laki-laki.

Biasanya mainan ini digunakan untuk bermain perang. Ada juga yang menggunakan ketapel untuk berburu binatang kecil seperti capung bahkan burung kecil.

Bahan untuk membuat ketapel adalah kayu dan ban karet. Kayu yang digunakan harus berbentuk huruf Y. Sedangkan peluru yang digunakan bisa berupa kerikil atau batu kecil.

Namun, kamu juga bisa menggunakan karet yang dibentuk menjadi lingkaran-lingkaran kecil agar tidak sakit jika mengenai teman saat bermain war.

8. Lompat tali karet

Lompat tali

(foto: istockphoto)

Lompat tali merupakan permainan tradisional yang cukup populer terutama di kalangan anak perempuan. Permainan ini biasanya dimainkan saat jam istirahat sekolah.

Lompat tali karet biasanya dimainkan secara individu melawan individu atau kelompok. Dua lawan memegang karet di kanan dan kiri. Kemudian, pemain bisa langsung melompat ke atasnya.

Selain menyenangkan, permainan ini juga dapat melatih kekuatan otot kaki karena dalam memainkannya lebih banyak melompat. Selain itu juga dapat melatih kekompakan antar kelompok.

9. Patok lele

Patok lele

(foto: instagram)

Patok lele adalah permainan tradisional anak-anak yang berasal dari Sumatera Barat. Selain hanya untuk bersenang-senang, permainan ini biasanya juga dilombakan, terutama pada saat perlombaan kemerdekaan.

Permainan pasak lele menggunakan dua potong kayu yang panjangnya tidak sama. Sepotong kayu memiliki panjang sekitar satu lengan, sedangkan yang lain sekitar 30 cm.

Dalam memainkan game ini kalian harus berkelompok. Setiap kelompok memiliki jumlah anggota yang sama. Untuk menentukan grup mana yang akan bermain lebih dulu, dibuatlah suit.

Manfaat permainan pasak lele dapat melatih kekompakan antar anggota kelompok, meningkatkan daya tahan fisik dan mental, serta dapat melatih sportivitas.

10. Sembunyikan dan cari

Petak umpet

(foto: istockphoto)

Permainan tradisional terakhir untuk anak-anak adalah petak umpet. Permainan ini umumnya dimainkan di luar ruangan oleh minimal 2 anak atau jika ingin lebih seru bisa dimainkan dengan lebih dari 10 anak.

Cara memainkannya adalah satu orang menjadi kucing sementara yang lain bersembunyi. Untuk menentukan siapa yang akan menjadi kucing, Anda harus hompimpa terlebih dahulu.

Setelah kucing memejamkan mata dan menghitung sampai 10, semua anak berlari mencari tempat persembunyian.

Jika kucing menemukan salah satu anak terlebih dahulu, maka setelah semua anak bertemu, anak yang pertama kali bertemu akan menjadi kucing. Dan seterusnya.

Permainan ini dapat melatih kekompakan dan kejelian anak dalam menemukan sesuatu yang tersembunyi.

Itulah beberapa jenis permainan tradisional anak yang kini banyak dilupakan oleh anak-anak.

Sebab, anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain dengan handphone daripada bermain dengan teman di luar rumah.