Kisah Dajjal, Pembawa Fitnah Bermata Satu Menjelang Hari Kiamat

Di antara tanda-tanda kiamat, kemunculan Dajjal adalah salah satunya. Makhluk ini membawa fitnah dan kekacauan di bumi sebelum kiamat, bahkan mengklaim diri sebagai seorang utusan Allah.

Sejak diciptakan pertama kali, sampai sekarang hidupnya diyakini masih ditangguhkan dalam kondisi terbelenggu.

Kelak ketika dibebaskan kembali, Dajjal turun ke bumi dan mengembara ke tempat-tempat seperti Khurasan dan Segitiga Bermuda.

Tapi, ada beberapa tempat di muka bumi yang terlarang untuknya. Umat manusia dianjurkan untuk menghindar dari fitnah Dajjal. Begini kisah Dajjal selengkapnya.

Baca juga: Jarang Diketahui, Selawat Badar Diciptakan untuk Menghadapi PKI

Matanya buta sebelah dan dilahirkan oleh orangtua penyembah berhala

(foto: nusadaily)

Ada pendapat bahwa Dajjal adalah sejenis makhluk, merupakan suatu sistem, atau sebuah sifat tertentu. Kenyataannya, ia merupakan makhluk yang konkret dan berwujud seperti manusia.

Ia dilahirkan dari orangtua keturunan Yahudi yang sudah lebih dari 30 tahun tidak punya anak. Tempat lahirnya ada di negeri bernama Samirah atau wilayah kecil di Palestina sebagai warisan Nabi Sulaiman.

Kedua orangtuanya menyembah berhala yang bentuknya sapi betina. Ada riwayat mengatakan kelahirannya akibat pengaruh iblis yang juga membuat orangtuanya kena tipu daya.

Telah disebut pada beberapa hadits tentang ciri fisiknya, misalnya hadits berikut ini.

Tiba-tiba saya melihat ada sosok laki-laki yang gempal, kulitnya merah, rambutnya sangat keriting, matanya buta sebelah, seolah bola matanya seperti buah anggur yang keluar. Para malaikat mengatakan: ‘Itu Dajjal’.” (HR Bukhari 7128)

Ajalnya ditangguhkan sampai hari kiamat, dengan kaki dan tangan dibelenggu

Kisah Dajjal, Pembawa Fitnah Bermata Satu Menjelang Hari Kiamat

(foto: konspirajica)

Seiring waktu, ia tumbuh jadi makhluk berbahaya dan tidak berguna bagi orangtuanya maupun umat manusia lainnya. Matanya tertidur, tapi hatinya terjaga. Tidurnya dijalani selama bertahun-tahun.

Bahkan ajalnya pun ditangguhkan sampai menjelang hari kiamat. Ternyata ia tidak hidup sendirian, tapi ada sebuah makhluk berbulu putih sebagai pengawal atau peliharaan bernama Al Jassasah.

Tamim Ad Dari, seorang sahabat Nabi Muhammad pernah bertemu dengannya karena diantar oleh Al Jassasah. Saat itu kaki dan tangannya dibelenggu.

Ia bertanya kepada Tamim tentang keadaan di dunia, termasuk tentang keadaan nabi utusan Allah di jazirah Arab.

Ada beberapa riwayat menyebutkan bahwa ia menjadi pengagum Nabi Musa sampai pernah memakai nama Musa Samiri yang artinya Musa dari Samirah untuk membedakan dengan Nabi Musa AS.

Baca juga: Apa Itu Dukhan, Tanda Kiamat yang Berupa Bencana Asap Tebal

Tidak dapat memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Aqsha, dan Bukit Tursina

Kisah Dajjal, Pembawa Fitnah Bermata Satu Menjelang Hari Kiamat

(foto: pinterest)

Sehebat apapun perbuatannya untuk membawa tipu daya pada manusia, ia pun memiliki kelemahan juga.

Ia tidak dapat masuk ke tiga tempat suci di bumi, yaitu kota Makkah, kota Madinah dan Masjidil Aqsha.Konon ketiga tempat tersebut tidak dapat dimasukinya lantaran dijaga para malaikat.

Nabi Muhammad bersabda: “Tidak ada satu negeri pun yang tidak akan dimasuki Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Dia tidak mendapati celah atau jalan masuk kecuali padanya ada malaikat yang berbaris menjaganya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Sebenarnya masih ada lagi yang disebut dalam Qishshatu Masihid Dajjal dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban, yaitu bukit Tursina di Mesir. Manusia yang berada di tempat-tempat tersebut dianggap aman.

Setelah hidup ribuan tahun, muncul kembali, dan akhirnya akan mati

Kisah Dajjal, Pembawa Fitnah Bermata Satu Menjelang Hari Kiamat

(foto: twtext)

Belum ada yang dapat memastikan tepatnya akan datang di bagian bumi yang mana. Tapi, menurut petunjuk dari hadits, datangnya dari arah timur. Diperkirakan bahwa saat muncul kelak akan mendapat pengikut yang banyak.

Dajjal keluar dari daerah di sebelah Timur, namanya Khurasan.” (HR. Ahmad 33, Tumudzi 2237, Ibnu Majah 4072).

Secara berurutan, kemunculannya adalah setelah Imam Mahdi tapi sebelum turunnya Nabi Isa AS yang kedua kali sebagai rentetan tanda kiamat besar (kiamat kubra).

Sebagai makhluk yang hidup ribuan tahun, Dajjal kelak juga akan mati. Kematiannya adalah melalui tangan Nabi Isa.

Meskipun belum muncul, tapi umat Islam yang beriman bisa menghindari fitnahnya jika tetap berpegang teguh pada ajaran Rasulullah, berdoa, dan membaca Surat Al Kahfi: 1-10.